Samsung, raksasa teknologi asal Korea Selatan, terus menunjukkan dominasinya di pasar smartphone, khususnya di segmen perangkat lipat yang inovatif. Meskipun perhatian publik masih tertuju pada persiapan peluncuran seri Galaxy S26 yang sangat dinantikan, gelombang bocoran terkait generasi berikutnya dari ponsel layar lipat andalan mereka, Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8, telah mulai membanjiri jagat maya. Informasi terbaru yang beredar ini, yang kami rangkum pada Senin (5/1/2026), memberikan gambaran awal yang menarik mengenai dua aspek krusial: bobot perangkat dan kapasitas baterai, menjanjikan peningkatan signifikan yang berpotensi mengubah pengalaman pengguna secara drastis.
Laporan yang berasal dari sumber-sumber terkemuka di Korea Selatan mengklaim bahwa Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 akan menjalani apa yang bisa disebut sebagai "diet ekstrem". Ini berarti kedua perangkat tersebut akan hadir dengan desain bodi yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan generasi pendahulunya. Penurunan bobot ini bukan sekadar angka, melainkan indikasi inovasi material dan rekayasa desain yang canggih, bertujuan untuk meningkatkan portabilitas dan kenyamanan penggunaan perangkat lipat yang seringkali dianggap masih terlalu berat oleh sebagian pengguna.
Secara spesifik, laporan tersebut menyebutkan bahwa Galaxy Z Fold8 diperkirakan akan memiliki bobot hanya 200 gram. Angka ini menandai penurunan signifikan sebesar 15 gram dibandingkan dengan Galaxy Z Fold7 yang memiliki berat 215 gram. Penurunan bobot sebesar 15 gram mungkin terdengar sepele, namun dalam dunia teknologi seluler, setiap gram memiliki arti penting. Bobot yang lebih ringan tidak hanya meningkatkan kenyamanan genggaman, terutama saat menggunakan perangkat dalam mode tablet untuk waktu yang lama, tetapi juga berkontribusi pada pengalaman penggunaan secara keseluruhan yang lebih premium dan portabel. Bayangkan memegang perangkat yang terasa lebih substansial namun tidak membebani, sebuah perpaduan sempurna antara teknologi canggih dan ergonomi. Penurunan bobot ini mengindikasikan kemungkinan adanya inovasi signifikan pada material yang digunakan, desain engsel, atau bahkan komponen internal yang lebih ringkas dan efisien.
Sementara itu, untuk segmen ponsel lipat clamshell, Galaxy Z Flip8 dirumorkan akan mencapai bobot yang lebih fantastis, yakni sekitar 150 gram. Jika angka ini benar, maka Galaxy Z Flip8 akan 38 gram lebih ringan dibandingkan Galaxy Z Flip7 yang memiliki berat 188 gram. Penurunan bobot sebesar 38 gram untuk ukuran smartphone, terutama yang memiliki mekanisme lipat dan dua layar, adalah pencapaian yang luar biasa dan hampir tidak realistis di mata beberapa pengamat industri. Transformasi ini akan menjadikan Galaxy Z Flip8 sebagai salah satu smartphone paling ringan di pasaran, meningkatkan daya tariknya bagi konsumen yang mengutamakan desain ringkas dan portabilitas maksimal.
Namun, klaim penurunan bobot yang begitu drastis, terutama untuk Galaxy Z Flip8, tidak luput dari keraguan. Tipster ternama di industri teknologi, Ice Universe, yang dikenal dengan akurasi bocorannya, menyuarakan skeptisismenya terhadap laporan tersebut. Dalam unggahannya di platform Twitter/X, Ice Universe menyatakan bahwa rumor mengenai bobot 150 gram untuk Galaxy Z Flip8 ini "tidak mungkin benar". Ia menambahkan bahwa ada laporan lain yang lebih masuk akal mengenai Galaxy Z Flip8 yang menyebutkan bobotnya sekitar 180 gram, bukan 150 gram, seperti dikutip dari Phone Arena. Menurut Ice Universe, bobot 180 gram jauh lebih realistis dan dapat dicapai mengingat tantangan teknis dalam mendesain ponsel lipat. Skeptisisme ini menunjukkan betapa sulitnya mencapai penurunan bobot yang signifikan tanpa mengorbankan komponen penting seperti baterai atau daya tahan fisik perangkat. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa saat ini masih terlalu dini untuk mempercayai bocoran mana pun sepenuhnya, mengingat pengembangan perangkat masih dalam tahap awal.
Selain kabar mengenai penurunan bobot, laporan dari Korea Selatan ini juga membawa berita gembira bagi para pengguna Galaxy Z Fold8 terkait kapasitas baterai. Samsung dikabarkan akan menyematkan baterai berkapasitas 5.000 mAh di Galaxy Z Fold8. Angka ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan, yakni 600 mAh lebih besar dibandingkan baterai Galaxy Z Fold7. Peningkatan kapasitas baterai sebesar ini akan secara langsung berdampak pada daya tahan perangkat yang jauh lebih lama, memenuhi ekspektasi pengguna yang menginginkan smartphone lipat dengan performa seharian penuh. Lebih menarik lagi, kapasitas baterai 5.000 mAh ini menyamai kapasitas baterai yang dirumorkan akan ada pada Galaxy S25 Ultra, varian flagship non-lipat Samsung yang dikenal dengan daya tahannya. Ini menunjukkan komitmen Samsung untuk tidak lagi mengorbankan daya tahan baterai demi desain ringkas pada lini foldablenya.
Keputusan Samsung untuk meningkatkan kapasitas baterai menjadi 5.000 mAh pada Galaxy Z Fold8 adalah langkah strategis yang penting. Perangkat lipat seperti Z Fold, dengan dua layar besar yang mengonsumsi daya, membutuhkan pasokan energi yang substansial. Peningkatan ini akan memberikan ketenangan pikiran bagi pengguna yang sering bepergian atau menggunakan perangkat secara intensif untuk multitasking, gaming, atau konsumsi media. Ini juga menandai pergeseran prioritas Samsung dalam menyeimbangkan desain ramping dengan fungsionalitas dan daya tahan yang mumpuni.
Meskipun peningkatan 5.000 mAh pada Galaxy Z Fold8 patut diapresiasi, Samsung masih menghadapi persaingan ketat di segmen baterai dari kompetitor. Beberapa produsen lain telah melangkah lebih jauh dalam inovasi baterai untuk perangkat lipat mereka. Sebagai contoh, Vivo X Fold5, salah satu pesaing utama di pasar ponsel lipat, telah menggunakan teknologi baterai silikon-karbon yang memungkinkan kapasitas mencapai 6.000 mAh. Baterai silikon-karbon menawarkan kepadatan energi yang lebih tinggi, yang berarti kapasitas lebih besar dapat dicapai dalam ukuran fisik yang sama atau bahkan lebih kecil. Tantangan bagi Samsung adalah bagaimana mereka bisa mengejar atau bahkan melampaui inovasi semacam ini, sambil tetap mempertahankan desain premium dan ekosistem Galaxy yang kuat. Penggunaan teknologi baterai yang lebih efisien atau inovatif akan menjadi kunci bagi Samsung untuk tetap kompetitif di masa depan.
Bocoran sebelumnya terkait Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 juga mengklaim bahwa Samsung berencana untuk "membekukan harga" kedua ponsel layar lipat terbarunya. Ini berarti, Galaxy Z Fold8 kemungkinan akan dibanderol dengan harga mulai dari USD 1.999, sama seperti pendahulunya. Demikian pula, Galaxy Z Flip8 diperkirakan akan dihargai mulai dari USD 1.099. Keputusan untuk mempertahankan harga yang sama meskipun ada peningkatan signifikan pada spesifikasi (seperti bobot yang lebih ringan dan baterai yang lebih besar) adalah strategi yang cerdas dari Samsung. Langkah ini dapat membantu menarik lebih banyak konsumen ke pasar ponsel lipat yang masih tergolong premium, menjadikannya lebih mudah diakses oleh segmen pasar yang lebih luas. Dengan mempertahankan titik harga yang stabil, Samsung dapat memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar dalam kategori perangkat lipat, menawarkan nilai lebih kepada konsumen tanpa membebani mereka dengan kenaikan harga yang tidak perlu.
Evolusi seri Galaxy Z dari Samsung telah menjadi kisah inovasi dan ketahanan. Dari generasi pertama Galaxy Fold yang menghadapi tantangan awal, hingga Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 yang semakin matang dengan peningkatan daya tahan, engsel yang lebih baik, dan fitur-fitur yang lebih lengkap, Samsung telah secara konsisten mendorong batas-batas desain dan fungsionalitas smartphone. Rumor mengenai Z Fold8 dan Z Flip8 dengan bodi yang lebih ringan dan baterai yang lebih besar adalah bukti dari komitmen berkelanjutan ini. Setiap generasi membawa perbaikan inkremental yang secara kolektif menciptakan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik.
Di balik penurunan bobot dan peningkatan kapasitas baterai ini, tentu ada serangkaian inovasi teknologi yang lebih dalam. Kita bisa berspekulasi bahwa Samsung mungkin akan menggunakan material rangka baru seperti titanium atau paduan aluminium yang lebih ringan namun tetap kuat, atau bahkan mengembangkan desain engsel yang lebih ringkas dan efisien. Untuk baterai, selain peningkatan kapasitas, efisiensi chipset yang lebih baik (misalnya, Snapdragon 8 Gen 4 atau Exynos yang setara untuk tahun 2026) akan memainkan peran krusial dalam memaksimalkan daya tahan baterai. Panel layar yang lebih efisien, teknologi manajemen daya yang lebih cerdas, dan optimalisasi perangkat lunak One UI juga akan berkontribusi pada pengalaman daya tahan baterai yang superior. Meskipun bocoran belum merinci aspek kamera, peningkatan pada modul kamera yang lebih canggih namun tetap ringkas juga menjadi kemungkinan yang patut dinantikan.
Secara keseluruhan, bocoran mengenai Samsung Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 ini melukiskan gambaran yang sangat menjanjikan. Dengan fokus pada bobot yang lebih ringan untuk portabilitas yang lebih baik dan kapasitas baterai yang lebih besar untuk daya tahan yang lebih lama, Samsung tampaknya mendengarkan umpan balik konsumen dan berupaya mengatasi beberapa kekhawatiran utama yang sering dikaitkan dengan perangkat lipat. Jika rumor ini terbukti akurat, Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 akan menjadi lompatan signifikan dalam evolusi smartphone lipat, menawarkan kombinasi yang lebih menarik antara desain inovatif, kenyamanan penggunaan, dan performa yang tangguh. Meskipun masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan definitif dan kita harus menunggu pengumuman resmi dari Samsung, antisipasi terhadap peluncuran perangkat ini pasti akan terus meningkat. Samsung terus membuktikan bahwa masa depan smartphone adalah tentang inovasi dan kemampuan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan keinginan pengguna.

