BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Upaya penyelamatan dan pembangunan kembali rumah bersejarah milik aktor senior Diding Boneng, yang baru-baru ini mengalami roboh akibat usia bangunan yang lapuk dan kondisi yang sudah tidak layak huni, kini tengah menunjukkan geliat awal. Bangunan yang diperkirakan telah berdiri kokoh selama lebih dari satu abad tersebut, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan kini membutuhkan sentuhan baru agar dapat kembali berfungsi optimal dan aman bagi penghuninya. Kondisi bangunan yang telah mencapai batas usia pakai menjadi faktor utama keruntuhan, sehingga renovasi total menjadi pilihan yang tak terhindarkan.
Proses renovasi ini tidak hanya mengandalkan kekuatan gotong royong warga sekitar, namun juga mendapatkan dukungan signifikan dari berbagai pihak, termasuk donasi dari figur publik yang peduli. Salah satu bentuk kepedulian tersebut datang dari presenter ternama Raffi Ahmad, yang secara sukarela menyumbangkan dana sebesar Rp 50 juta untuk membantu kelancaran proses pembangunan kembali rumah Diding Boneng. Dukungan moral dan finansial ini tentu sangat berarti, memberikan suntikan semangat bagi Diding Boneng dan tim yang terlibat dalam renovasi.
Ketua RT 012 RW 008, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Giman, memberikan gambaran terkini mengenai progres renovasi yang sedang berjalan. Beliau mengungkapkan bahwa hingga saat ini, tahapan renovasi baru mencapai sekitar 10 persen dari keseluruhan rencana. Angka ini mencerminkan betapa besar dan kompleksnya pekerjaan yang harus diselesaikan, mengingat kondisi awal bangunan yang membutuhkan pembongkaran total dan pembangunan ulang dari nol. Fokus utama pengerjaan saat ini masih terpusat pada bagian-bagian krusial untuk memastikan struktur dasar bangunan kembali kokoh.
Giman menjelaskan lebih lanjut bahwa pengerjaan yang sedang dilakukan saat ini difokuskan pada pembangunan kembali area kamar-kamar. Struktur bangunan mulai terlihat berdiri dengan ketinggian yang telah mencapai sekitar tiga meter. Ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kembali fondasi dan dinding-dinding baru yang akan menopang bangunan secara keseluruhan. Pembangunan dimulai dari bagian-bagian yang paling vital untuk memastikan kekuatan dan kestabilan bangunan. Luas tanah rumah Diding Boneng sendiri diketahui mencapai 161 meter persegi, sebuah area yang cukup luas untuk dioptimalkan dalam perencanaan ulang desain rumah.
"Kalau sekarang hitungannya masih sekitar 10 persen," ucap Giman saat ditemui di rumah Diding Boneng di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Jumat (2/1/2025). Penegasan ini menggarisbawahi bahwa perjalanan renovasi masih panjang dan membutuhkan kesabaran serta kerja keras dari semua pihak.
Lebih lanjut, Giman menguraikan rencana desain rumah yang mengalami beberapa kali penyesuaian. Awalnya, rumah ini direncanakan memiliki empat kamar. Namun, dalam proses perencanaan ulang, sempat muncul opsi untuk menambah jumlah kamar menjadi tujuh. Perubahan ini didasari oleh berbagai pertimbangan, termasuk kebutuhan ruang yang lebih memadai seiring bertambahnya usia dan kebutuhan keluarga. Akan tetapi, setelah melalui diskusi dan evaluasi lebih lanjut, diputuskan untuk kembali ke desain awal dengan empat kamar, namun dengan penataan ruang yang lebih efisien dan luas. Keputusan ini diambil agar setiap kamar terasa lebih lapang dan nyaman, terutama mengingat anak-anak Diding Boneng sudah beranjak dewasa dan memiliki kebutuhan ruang pribadi yang berbeda. Namun, belakangan, ada penyesuaian kembali untuk menambah menjadi lima kamar, menunjukkan fleksibilitas dalam proses desain untuk mengakomodasi kebutuhan yang terus berkembang.
"Baru bagian kamar-kamar yang naik, tingginya sudah sekitar 3 meter. Luas tanahnya 161 meter persegi. Dulu tidak semua lahan dibangun, tapi sekarang rencananya akan dimaksimalkan," jelasnya. Optimalisasi lahan ini menjadi salah satu fokus penting dalam renovasi, agar rumah tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki tata ruang yang lebih baik dan modern.
Giman juga menyampaikan target waktu penyelesaian renovasi secara keseluruhan. Beliau memproyeksikan bahwa proses renovasi rumah Diding Boneng ini diharapkan dapat rampung dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan ke depan. Namun, prioritas utama saat ini adalah pemasangan atap. Langkah ini sangat krusial mengingat musim hujan yang sedang melanda. Pemasangan atap yang cepat akan melindungi struktur bangunan yang sedang dibangun dari kerusakan akibat air hujan, serta memungkinkan pekerjaan interior dan eksterior lainnya untuk terus berjalan tanpa terhambat cuaca.
"Target utama kami sekarang pasang atap dulu. Harapannya dalam satu bulan atap sudah terpasang supaya pekerjaan bisa terus berjalan meski hujan. Secara keseluruhan, finishing mungkin butuh waktu sekitar dua bulan," katanya. Dengan demikian, diharapkan dalam satu bulan ke depan, bangunan sudah terlindung dari elemen cuaca, dan dua bulan setelahnya, seluruh pekerjaan renovasi dapat diselesaikan hingga tahap akhir.
Perencanaan jumlah kamar yang terus berkembang ini menunjukkan dinamika dalam proses renovasi, di mana kebutuhan dan keinginan terus dievaluasi untuk menghasilkan rumah yang paling ideal. "Tadinya empat kamar, lalu jadi lima kamar. Awalnya empat, terus sempat jadi tujuh, tapi akhirnya direnovasi lagi jadi empat supaya lebih luas karena anak-anaknya sudah besar. Nanti rencananya mau dibuat jadi lima kamar," pungkas Giman. Fleksibilitas ini penting untuk memastikan bahwa rumah yang dibangun nantinya benar-benar sesuai dengan harapan dan kebutuhan penghuninya.
Giman menegaskan bahwa rumah Diding Boneng dibongkar total dan dibangun kembali dari awal menggunakan material yang lebih kuat dan modern. Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa bangunan yang baru akan lebih kokoh, tahan lama, dan aman untuk dihuni dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penggunaan material berkualitas tinggi menjadi investasi penting untuk menghindari masalah serupa di masa depan.
"Dibongkar total, dibangun dari nol lagi karena kondisinya sudah ambruk. Kita tata ulang supaya kamarnya lebih rapi," tutupnya. Dengan pembongkaran total dan pembangunan ulang, diharapkan rumah Diding Boneng tidak hanya kembali berdiri, tetapi juga menjadi hunian yang nyaman, fungsional, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik. Proses ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dalam membantu sesama, khususnya bagi tokoh publik yang telah banyak berkontribusi di dunia hiburan tanah air.

