BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Arsenal berhasil mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Inggris setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Bournemouth dalam pertandingan pekan ke-20 yang digelar di Vitality Stadium pada Minggu, 4 Januari 2026 dini hari WIB. Kemenangan ini semakin memperlebar jarak poin Arsenal dari para pesaingnya, memberikan dorongan moral yang signifikan bagi skuad asuhan Mikel Arteta dalam perburuan gelar juara. Pertandingan ini menjadi saksi bisu kehebatan Declan Rice yang mencetak dua gol krusial, serta pertarungan sengit yang penuh drama sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan.
Sejak awal pertandingan, intensitas tinggi langsung terasa di Vitality Stadium. Tuan rumah Bournemouth tampil menekan dan berhasil membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-10. Kesalahan fatal dilakukan oleh bek Arsenal, Gabriel, yang blunder saat mencoba mengoper bola. Umpannya yang ceroboh berhasil disadap oleh Evanilson, penyerang Bournemouth yang berdiri bebas di depan kotak penalti. Tanpa ragu, Evanilson melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau oleh kiper Arsenal, David Raya, membawa The Cherries unggul 1-0. Gol cepat ini tentu saja mengejutkan kubu Arsenal dan memberikan suntikan semangat bagi para pendukung tuan rumah.
Namun, keunggulan Bournemouth tidak berlangsung lama. Arsenal, yang dikenal memiliki mental baja, langsung merespons dengan cepat. Enam menit berselang, tepatnya di menit ke-16, Arsenal berhasil menyamakan kedudukan melalui skema set-piece. Dalam situasi kemelut di kotak penalti Bournemouth setelah tendangan bebas, bola liar berhasil disambar oleh Gabriel. Bek asal Brasil ini menebus kesalahannya dengan gol penyama kedudukan yang membuat skor berubah menjadi 1-1. Gol ini tidak hanya menyamakan skor, tetapi juga membangkitkan kembali semangat juang para pemain Arsenal.
Setelah gol balasan dari Arsenal, Bournemouth kembali mencoba membangun momentum serangan. Marcus Tavernier sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-23 melalui sundulan, namun bola masih melebar di sisi kiri gawang Raya. Tak lama berselang, tendangan bebas yang dieksekusi oleh Justin Kluivert juga belum menemui sasaran, melenceng tipis dari tiang gawang. Bournemouth terus berusaha mencari celah di pertahanan Arsenal, namun soliditas lini belakang The Gunners mulai terlihat. Tavernier kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-31, namun tembakannya dari jarak dekat masih melambung di atas mistar gawang. Antoine Semenyo juga mencoba peruntungannya melalui tendangan jarak jauh di menit ke-41, namun belum membuahkan hasil. Skor imbang 1-1 bertahan hingga babak pertama usai, menyisakan ketegangan bagi kedua tim untuk paruh kedua.
Memasuki babak kedua, Arsenal tampil lebih percaya diri dan mulai mendominasi jalannya pertandingan. Keinginan untuk membalikkan keadaan terlihat jelas dari setiap pergerakan pemain The Gunners. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-54. Berawal dari pergerakan apik Martin Odegaard yang memberikan umpan terobosan, Declan Rice berhasil menerima bola di dalam kotak penalti. Dengan tenang, Rice melepaskan tembakan mendatar yang meluncur deras ke sudut kanan bawah gawang Bournemouth, tak mampu dijangkau oleh kiper Djordje Petrovic. Gol ini menjadi gol pembuka keunggulan Arsenal dan menjadi momen krusial dalam pertandingan.
Pesta gol Arsenal berlanjut pada menit ke-71. Kali ini, peran Bukayo Saka sangat krusial. Menerima umpan terobosan cerdas dari Odegaard, Saka dengan sigap mengirimkan bola kepada Declan Rice yang kembali berada dalam posisi bebas di kotak penalti. Tanpa membuang waktu, eks pemain West Ham United ini melepaskan tembakan keras yang kembali bersarang di gawang Bournemouth. Gol kedua Rice di pertandingan ini sekaligus menjadi gol ketiganya untuk Arsenal di laga tersebut, mengubah skor menjadi 3-1 untuk keunggulan tim tamu. Brace yang dicetak Rice menjadi bukti kualitasnya sebagai gelandang bertahan yang produktif dan krusial bagi Arsenal.
Meskipun tertinggal dua gol, Bournemouth tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Semangat juang mereka patut diacungi jempol. Pada menit ke-76, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Eli Junior Kroupi, yang baru saja masuk menggantikan pemain lain, melepaskan tembakan jarak jauh yang mengejutkan David Raya. Bola meluncur deras dan bersarang di sudut kiri gawang Arsenal, membangkitkan kembali harapan bagi kubu tuan rumah. Gol ini membuat pertandingan semakin menegangkan dan memicu perjuangan ekstra dari kedua tim.
Dalam sisa waktu pertandingan, Bournemouth terus berupaya keras untuk mencetak gol penyeimbang. Mereka melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Arsenal, namun pertahanan The Gunners yang dikomandoi oleh Gabriel dan William Saliba berhasil meredam setiap ancaman. Arsenal, di sisi lain, juga beberapa kali mencoba membangun serangan balik cepat untuk menambah keunggulan, namun skor 3-2 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit. Kemenangan dramatis ini memastikan tiga poin penuh bagi Arsenal.
Dengan raihan tiga poin ini, Arsenal semakin nyaman berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan total 48 poin. Mereka kini unggul enam poin dari Aston Villa yang berada di posisi kedua. Sementara itu, Bournemouth harus tertahan di peringkat ke-15 dengan raihan 23 poin, masih harus berjuang keras untuk menjauh dari zona degradasi. Hasil ini tentu saja menjadi modal berharga bagi Arsenal dalam perjalanan mereka menuju gelar juara Liga Inggris musim ini, sementara Bournemouth perlu segera mengevaluasi performa mereka untuk menghadapi sisa pertandingan.
Susunan pemain kedua tim pada pertandingan ini adalah sebagai berikut:
Bournemouth: Petrovic; Truffert, Senesi, Hill, Jimenez; Scott (Kroupi 74′), Tavernier; Semenyo, Kluivert (Cook 74′), Brooks (Adli 67′); Evanilson (Unal 74′).
Arsenal: Raya; Hincapie, Gabriel, Saliba, Timber; Rice, Zubimendi, Odegaard (Merino 80′); Martinelli (Trossard 67′), Gyokeres (Gabriel Jesus 66′), Madueke (Saka 67′).

