0

Mengapa John Herdman Memilih Proyek Timnas Indonesia: Ambisi, Gairah Suporter, dan Potensi Besar yang Mirip Kanada

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Keputusan John Herdman untuk menerima pinangan PSSI sebagai nakhoda baru timnas Indonesia tak pelak menimbulkan euforia tersendiri di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air. Pelatih berusia 50 tahun asal Inggris ini, yang namanya melambung usai membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian 36 tahun, secara resmi diumumkan oleh PSSI pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kabarnya, Herdman terikat kontrak awal selama dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun berikutnya, sebuah komitmen yang menunjukkan keseriusan kedua belah pihak.

Sebelum merapat ke Indonesia, Herdman memang tengah menganggur usai mengakhiri perjalanannya bersama Toronto FC. Namun, rekam jejaknya di kancah internasional, terutama bersama timnas Kanada, menjadi magnet kuat bagi federasi sepak bola di berbagai negara. Keputusan ini tentu bukan tanpa pertimbangan mendalam. Herdman sendiri telah membuka tabir alasan di balik keputusannya, dan dari penjelasannya, terpancar sebuah visi yang selaras antara dirinya dan PSSI, serta potensi besar yang ia lihat di sepak bola Indonesia.

Salah satu alasan utama yang diungkapkan Herdman adalah kesamaan ambisi dengan PSSI. Federasi sepak bola Indonesia secara eksplisit mencari pelatih yang memiliki pengalaman dalam membawa timnas menembus turnamen akbar seperti Piala Dunia. Pengalaman Herdman yang berhasil memutus dahaga 36 tahun Kanada untuk tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, menjadikannya kandidat ideal. Ia tidak hanya datang dengan reputasi, tetapi juga dengan bukti nyata kemampuan strategi dan kepemimpinan yang mampu membawa tim ke level tertinggi.

"Ini soal menemukan proyek yang tepat, proyek yang bisa membuat Anda merasakan gairah dan intensitas dari para suporter," ujar Herdman kepada The Canadian Press, yang kemudian dikutip oleh Toronto Star. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa bagi Herdman, melatih bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah panggilan jiwa yang membutuhkan resonansi emosional. Ia mencari lingkungan di mana semangat dan dukungan publik bisa menjadi bahan bakar untuk mencapai tujuan besar. Gairah suporter Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu yang paling fanatik di dunia, jelas menjadi faktor penarik yang sangat kuat. Ia tidak hanya melihat tim, tetapi juga melihat energi kolektif yang bisa dimanfaatkan.

Lebih lanjut, Herdman menyoroti potensi besar yang ia lihat dalam timnas Indonesia. Ia membandingkan situasi di Indonesia dengan pengalaman sebelumnya bersama Kanada, di mana ia melihat negara yang besar dengan potensi talenta lokal yang melimpah. "Sesuatu yang sudah saya lihat adalah potensi talenta di sana. Nuansanya itu mirip dengan Kanada: negara yang besar, banyak potensi dengan pemain-pemain lokal tapi juga ada kemampuan merekrut pemain-pemain dengan kewarganegaraan ganda, yang sudah mereka lakukan," jelasnya. Perbandingan ini sangat relevan. Kanada, seperti Indonesia, adalah negara yang luas dengan populasi besar, namun sepak bola bukanlah olahraga nomor satu. Namun, dengan strategi yang tepat, mereka mampu menggali dan mengembangkan talenta.

Kemampuan PSSI dalam memanfaatkan pemain keturunan atau pemain dengan kewarganegaraan ganda juga menjadi poin penting yang disukai Herdman. Ini menunjukkan bahwa PSSI memiliki visi jangka panjang dan terbuka terhadap berbagai opsi untuk memperkuat timnas. Fenomena pemain diaspora ini telah menjadi tren global dalam sepak bola modern, memungkinkan negara-negara untuk secara cepat meningkatkan kualitas skuad mereka dengan talenta-talenta yang mungkin tidak terdeteksi di dalam negeri. Herdman, dengan pengalamannya, tentu akan mampu mengintegrasikan pemain-pemain ini secara efektif ke dalam sistem permainan timnas.

Pendekatan Herdman yang melihat kesamaan antara Indonesia dan Kanada juga memberikan perspektif yang menarik. Keduanya adalah negara yang memiliki keragaman budaya dan geografis, namun sepak bola terus berupaya menancapkan akarnya. Di Kanada, Herdman berhasil membangun identitas tim yang kuat dan budaya kemenangan, bahkan dengan keterbatasan yang ada. Ia mampu menginspirasi para pemainnya untuk bermain dengan hati dan kebanggaan. Kemampuannya untuk melakukan hal serupa di Indonesia, di mana sepak bola memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilannya.

Perjalanan Herdman di timnas Kanada adalah sebuah bukti nyata dari kemampuannya. Ia tidak hanya membawa tim ke Piala Dunia 2022, tetapi juga memberikan penampilan yang mengesankan di sana. Di bawah kepemimpinannya, Kanada bahkan sempat memberikan perlawanan sengit kepada Belgia di fase grup. Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Herdman membangun program yang solid, mulai dari pengembangan pemain muda hingga strategi permainan tim senior. Ia menciptakan sebuah ekosistem di mana para pemain merasa didukung dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik.

Dengan kedatangannya, ekspektasi terhadap timnas Indonesia tentu akan semakin tinggi. Target lolos ke Piala Dunia 2026 (yang akan diikuti oleh 48 tim) menjadi prioritas utama. Namun, Herdman kemungkinan akan melihat ini sebagai sebuah proses. Membangun fondasi yang kuat, mengembangkan gaya bermain yang konsisten, dan menciptakan mentalitas juara adalah langkah-langkah awal yang krusial. Ia kemungkinan akan menerapkan pendekatan yang berfokus pada pengembangan jangka panjang, tidak hanya untuk turnamen mendatang, tetapi juga untuk keberlanjutan prestasi timnas di masa depan.

Salah satu tantangan yang mungkin dihadapi Herdman adalah adaptasi terhadap kultur sepak bola Indonesia yang unik. Dinamika liga domestik, tingkat kebugaran pemain, dan mentalitas yang terkadang rentan terhadap tekanan, adalah beberapa aspek yang perlu ia pahami secara mendalam. Namun, dengan sifatnya yang terbuka dan kemauannya untuk belajar, bukan tidak mungkin ia akan mampu mengatasi tantangan ini. Keterbukaannya untuk berbicara dengan media dan berbagi pandangannya menunjukkan bahwa ia adalah pelatih yang transparan dan berkomitmen.

Lebih jauh lagi, penunjukan John Herdman ini bisa menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Kedatangan pelatih berkualitas internasional dengan rekam jejak yang terbukti dapat memberikan dampak positif tidak hanya pada timnas senior, tetapi juga pada seluruh ekosistem sepak bola nasional. Para pelatih lokal dapat belajar dari metodenya, pemain muda dapat terinspirasi oleh filosofi bermainnya, dan suporter dapat kembali memiliki harapan yang lebih besar terhadap masa depan timnas.

Sebagai penutup, pilihan John Herdman untuk bergabung dengan timnas Indonesia adalah keputusan yang didasari oleh kesamaan visi, gairah yang ia rasakan dari para suporter, dan keyakinan kuat terhadap potensi besar yang dimiliki sepak bola Indonesia. Perbandingan dengan Kanada, di mana ia telah membuktikan kemampuannya, memberikan gambaran optimis tentang apa yang bisa ia capai di Tanah Air. Kini, tugas berat menanti, namun dengan dukungan yang tepat dan strategi yang matang, era baru bagi timnas Indonesia di bawah kepemimpinan John Herdman berpotensi membawa Merah Putih terbang lebih tinggi di kancah sepak bola dunia.