BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Arsenal kini benar-benar berada dalam posisi yang menguntungkan dan bisa dibilang "pusing" dalam arti yang positif, berkat melimpahnya stok striker berkualitas yang siap diturunkan. Tiga nama besar kini menjadi andalan di lini depan Meriam London, yaitu Viktor Gyokeres, Gabriel Jesus, dan Kai Havertz. Manajer Mikel Arteta sendiri mengungkapkan kebahagiaannya bisa berada dalam fase ini, di mana ia memiliki banyak pilihan untuk mengisi sektor penyerangan, sebuah kontras yang mencolok jika dibandingkan dengan musim lalu yang kerap diwarnai krisis pemain di lini depan.
Kondisi krisis pemain yang menghantui Arsenal sejak musim lalu kini perlahan mulai teratasi, setidaknya di lini depan. Kehadiran Viktor Gyokeres, yang digadang-gadang sebagai solusi utama, telah memberikan dimensi baru dalam serangan tim. Sebelumnya, jika Gyokeres absen atau tidak dalam kondisi prima, Arteta terpaksa harus menggeser posisi pemain lain, seperti Mikel Merino yang notabene adalah seorang gelandang, untuk mengisi kekosongan di lini depan. Pilihan tersebut tentu saja bukanlah solusi ideal dan seringkali membatasi opsi taktis Arteta. Namun, kini situasinya telah berubah drastis.
Kembalinya Gabriel Jesus dari masa cedera menjadi angin segar tersendiri bagi Arsenal. Pemain asal Brasil ini telah menunjukkan kontribusinya dalam beberapa pertandingan terakhir, memberikan ancaman konstan bagi pertahanan lawan dan menambah variasi serangan. Kecepatan, dribbling, dan naluri mencetak golnya sangat dibutuhkan oleh tim. Tak hanya itu, Kai Havertz, yang juga sempat mengalami masalah kebugaran, kini telah pulih sepenuhnya dan bahkan masuk dalam daftar susunan pemain saat Arsenal meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Aston Villa. Kehadiran Havertz memberikan opsi lain yang tak kalah penting, dengan kemampuannya bermain sebagai penyerang bayangan atau bahkan striker tunggal, serta kemampuannya dalam membangun serangan dari lini kedua.
Dengan tiga opsi penyerang yang mumpuni ini, Arsenal kini siap menghadapi tantangan berikutnya, termasuk laga tandang melawan Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris yang dijadwalkan pada Minggu (4/1/2026) dini hari WIB. Mikel Arteta menyadari betul betapa berharganya memiliki banyak pilihan di lini depan, terutama mengingat padatnya jadwal pertandingan di berbagai kompetisi.
"Ini membantu tim, ini membantu setiap individu. Saya pikir itulah yang kami inginkan, memiliki pilihan dengan banyaknya pertandingan yang ada," ujar Arteta, seperti dikutip dari situs resmi Arsenal. Pernyataannya tersebut menggarisbawahi pentingnya kedalaman skuad, di mana persaingan sehat antar pemain justru akan memacu performa individu dan kolektif. Dengan tiga penyerang kelas atas, Arteta bisa lebih leluasa dalam melakukan rotasi pemain, menjaga kebugaran, dan menerapkan strategi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan lawan.
Ketersediaan striker yang melimpah ini juga memberikan keleluasaan bagi Arteta untuk melakukan taktik yang lebih dinamis. Ia bisa memilih penyerang yang paling sesuai dengan gaya bermain lawan, atau mengganti pemain di tengah pertandingan untuk memberikan kejutan. Misalnya, jika membutuhkan kecepatan dan penetrasi, Jesus bisa menjadi pilihan utama. Jika membutuhkan pemain yang lebih tenang dalam penyelesaian akhir dan mampu beradaptasi di berbagai posisi, Havertz bisa diandalkan. Sementara itu, Gyokeres dengan fisik kuat dan naluri golnya menjadi ancaman konstan di kotak penalti.
Perjalanan Arsenal menuju fase "pusing" positif ini tidaklah mudah. Musim lalu, masalah di lini depan menjadi salah satu kendala utama yang menghambat ambisi tim. Ketidakmampuan tim dalam menemukan konsistensi di sektor penyerangan, ditambah dengan cedera yang dialami beberapa pemain kunci, membuat Arteta seringkali harus memutar otak mencari solusi terbaik. Namun, dengan rekrutmen yang cerdas dan pemulihan pemain dari cedera, Arsenal kini memiliki amunisi yang cukup untuk bersaing di semua lini.
Menariknya, di tengah kebahagiaan memiliki banyak stok striker, Arsenal justru masih menghadapi permasalahan di lini belakang dalam beberapa pekan terakhir. Pemain belakang tim bergantian mengalami cedera, yang menunjukkan bahwa meskipun lini depan semakin kuat, pertahanan tetap menjadi area yang membutuhkan perhatian lebih. Arteta menyadari hal ini dan berharap agar semua pemain, baik di lini depan maupun belakang, dapat segera pulih dan tampil maksimal.
"Sejauh ini, kami belum memilikinya, jadi kami berharap semua orang bisa bermain, semua orang tampil maksimal dan mampu mengubah profil selama pertandingan, serta memilih pemain dalam kondisi terbaik setiap saat," tegas Arteta. Pernyataannya ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki banyak pilihan di depan, tujuan utama tetaplah kesolidan tim secara keseluruhan. Ketersediaan striker yang berlimpah adalah aset berharga, namun tanpa pertahanan yang kokoh, kemenangan sulit diraih.
Keputusan Arteta untuk memiliki kedalaman skuad di lini depan ini juga merupakan langkah strategis jangka panjang. Dengan banyaknya pertandingan yang harus dijalani, terutama jika Arsenal mampu melaju jauh di kompetisi Eropa dan piala domestik, rotasi pemain menjadi sangat krusial untuk menghindari kelelahan dan cedera. Kehadiran Gyokeres, Jesus, dan Havertz sebagai opsi utama memberikan jaminan bahwa lini depan Arsenal akan tetap tajam dan berbahaya, apapun yang terjadi.
Lebih jauh lagi, persaingan di antara ketiga penyerang ini diprediksi akan semakin meningkatkan kualitas permainan mereka. Setiap pemain akan termotivasi untuk menunjukkan performa terbaiknya agar mendapatkan tempat di starting eleven. Hal ini tentu saja akan menguntungkan tim secara keseluruhan, karena setiap pemain akan terus berusaha memberikan yang terbaik.
Kondisi ini juga memberikan keleluasaan bagi Arteta dalam hal taktik. Ia bisa bereksperimen dengan berbagai formasi dan strategi, memanfaatkan kelebihan masing-masing penyerang. Misalnya, ia bisa menggunakan dua penyerang dengan gaya bermain yang berbeda, atau menggunakan satu penyerang tunggal dengan dukungan dari gelandang serang. Fleksibilitas taktis ini akan menjadi senjata ampuh bagi Arsenal dalam menghadapi berbagai jenis lawan.
Meskipun demikian, Arteta tetap membumi. Ia tahu bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada kualitas individu penyerang, tetapi juga pada kerja sama tim, kekompakan, dan kedisiplinan taktis. Ia akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa semua pemain, termasuk para penyerang, memahami peran mereka dan berkontribusi pada tujuan tim.
Secara keseluruhan, "pusing" yang dialami Mikel Arteta saat ini adalah sebuah masalah yang sangat diinginkan oleh setiap pelatih. Melimpahnya stok striker berkualitas adalah sebuah anugerah yang harus dimanfaatkan dengan baik. Dengan trio Gyokeres, Jesus, dan Havertz di lini depan, Arsenal kini memiliki senjata ampuh untuk mengarungi musim yang panjang dan penuh tantangan, dengan harapan dapat meraih kesuksesan yang telah lama dinantikan oleh para penggemar.
