0

Makin Agresif! Xiaomi Siap Luncurkan SUV 7-Seater dan Perluas Portofolio Kendaraan Listrik

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Xiaomi, raksasa teknologi yang lebih dikenal melalui produk smartphone-nya, kini semakin memancangkan ambisinya di kancah industri otomotif global. Setelah berhasil memperkenalkan dan mendapatkan respons positif untuk jajaran mobil listriknya, yaitu Xiaomi SU7 dan YU7, perusahaan ini tidak tinggal diam. Xiaomi kini tengah mempersiapkan langkah besar berikutnya dengan rencana peluncuran mobil SUV jenis EREV (extended range electric vehicle) yang akan hadir dalam dua opsi konfigurasi, yakni 5-seater dan 7-seater. Langkah strategis ini menegaskan keseriusan Xiaomi dalam mendiversifikasi dan memperluas portofolio kendaraan listriknya, menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan memenuhi kebutuhan keluarga yang beragam.

Mengutip laporan mendalam dari media terkemuka China, 36kr, Xiaomi berencana untuk memperkenalkan empat model kendaraan baru yang inovatif ke pasar pada awal tahun 2026. Rencana ekspansi ini tidak hanya berhenti pada model baru, tetapi juga mencakup pembaruan pada model yang sudah ada. Rincian dari keempat model tersebut meliputi versi revisi dari Xiaomi SU7 yang telah sukses, sebuah SUV EREV dengan kapasitas 7 penumpang yang sangat dinanti, versi eksekutif dari SU7 yang menawarkan kemewahan dan kenyamanan superior, serta SUV EREV dengan konfigurasi 5 penumpang. Target peluncuran yang ambisius ini dibagi menjadi dua gelombang; dua model pertama, yaitu versi revisi SU7 dan SUV EREV 7-seater, diproyeksikan akan meluncur pada paruh pertama tahun 2026. Sementara itu, dua model sisanya, yakni versi eksekutif SU7 dan SUV EREV 5-seater, dijadwalkan akan menyusul pada paruh kedua hingga akhir tahun 2026, menunjukkan laju pengembangan produk yang sangat cepat.

Kehadiran SUV EREV 7-seater semakin kuat terindikasi setelah pada bulan Oktober lalu, CEO Xiaomi, Lei Jun, bersama dengan jajaran eksekutif penting perusahaan, terlihat melakukan serangkaian pengujian intensif terhadap kendaraan baru tersebut di wilayah Xinjiang, Tiongkok. Momen ini semakin memicu spekulasi dan antusiasme di kalangan pengamat otomotif, terutama setelah beredarnya foto-foto mata-mata yang menampilkan sebuah SUV berukuran besar dalam kondisi tersamar. Meskipun detail eksteriornya masih diselimuti oleh kamuflase, satu ciri khas yang cukup mencolok adalah keberadaan satu lubang knalpot di bagian belakang, sebuah detail yang memberikan petunjuk tentang teknologi powertrain yang digunakan. Kendaraan yang diyakini sebagai SUV EREV 7 penumpang ini secara internal dikenal dengan kode nama ‘Kunlun’, sebuah nama yang membangkitkan imajinasi tentang kekuatan dan ketangguhan.

Secara konsep, SUV terbaru yang akan diluncurkan oleh Xiaomi ini diposisikan untuk bersaing ketat di segmen kendaraan keluarga yang sangat kompetitif. Target pasar utamanya adalah keluarga yang membutuhkan ruang, kenyamanan, dan fleksibilitas. Dalam hal ini, Xiaomi tampaknya akan meniru kesuksesan model-model populer di segmen yang sama, seperti Li Auto L9 dan Leapmotor D19, yang telah membuktikan daya tarik kendaraan keluarga berkapasitas besar. Diperkirakan, ukuran SUV ini akan berada dalam kategori menengah hingga besar, menawarkan ruang kabin yang lapang dan nyaman untuk tujuh penumpang. Lebih lanjut, spesifikasi teknisnya diprediksi akan dilengkapi dengan baterai berkapasitas lebih dari 70 kWh, sebuah kapasitas yang cukup signifikan untuk mendukung performa dan jangkauan. Kombinasi sistem EREV yang diusung akan memungkinkan kendaraan ini untuk menempuh jarak murni listrik yang impresif, diperkirakan berkisar antara 400 hingga 500 kilometer, sebelum mesin pembangkit daya (range extender) perlu diaktifkan untuk memperpanjang jangkauan perjalanan.

Sementara itu, versi eksekutif dari Xiaomi SU7 akan diposisikan sebagai sebuah sedan mewah dengan spesifikasi jarak sumbu roda yang diperpanjang. Langkah ini secara jelas mengindikasikan bahwa Xiaomi ingin menyasar segmen pasar premium yang mengutamakan kenyamanan dan kemewahan, terutama bagi penumpang belakang. Sumber internal perusahaan mengisyaratkan bahwa jarak sumbu roda akan diperpanjang secara signifikan, sebuah modifikasi yang akan memberikan ruang kaki ekstra dan kenyamanan yang lebih baik bagi penumpang. Selain itu, berbagai peningkatan kenyamanan dan fitur-fitur premium lainnya juga akan disematkan, khususnya yang berfokus pada pengalaman penumpang di baris belakang, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang sering bepergian dengan sopir atau menghargai ruang pribadi yang lebih luas.

Rencana Xiaomi untuk merambah dan mengembangkan teknologi EREV sejatinya bukanlah sebuah kejutan yang tiba-tiba. Perusahaan ini telah menunjukkan minat dan investasi yang serius di bidang ini sejak tahun 2023. Bukti konkret dari keseriusan ini adalah aktifnya Xiaomi dalam merekrut para pakar dan insinyur terkemuka di bidang teknologi EREV. Upaya ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga berupaya untuk menjadi pemimpin dalam inovasi kendaraan listrik dengan jangkauan yang diperpanjang. Tahun 2025 sendiri diprediksi akan menjadi saksi bisu dimulainya persaingan yang semakin sengit di pasar kendaraan ‘hybrid dengan kapasitas baterai besar’, sebuah segmen yang terus berkembang pesat.

Pasar ini sudah mulai diramaikan dengan kehadiran sejumlah model yang menarik. Beberapa model seperti IM LS6 dan Fulwin T11 telah lebih dulu meluncur, menawarkan solusi mobilitas yang menarik bagi konsumen. Tidak hanya itu, pemain otomotif besar lainnya juga tidak tinggal diam. Xpeng, misalnya, tengah mempersiapkan peluncuran model-model terbarunya, yaitu Xpeng G7 dan Xpeng P7+, yang diharapkan akan semakin memanaskan persaingan. Di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif ini, Xiaomi pun siap untuk tidak hanya ikut meramaikan, tetapi juga menjadi salah satu pemain utama. Dengan peluncuran SUV EREV 7-seater andalannya, Xiaomi bertekad untuk menawarkan pilihan yang kuat dan inovatif bagi konsumen yang mencari kendaraan keluarga yang efisien, praktis, dan kaya fitur. Ini adalah bukti nyata dari agresivitas Xiaomi dalam mendominasi pasar kendaraan listrik di masa depan.

Ekspansi Xiaomi di sektor otomotif ini mencerminkan strategi diversifikasi yang cerdas, memanfaatkan kekuatan merek dan basis konsumen mereka yang luas dari industri smartphone untuk merambah ke pasar yang berbeda. Investasi besar-besaran dalam penelitian dan pengembangan kendaraan listrik, termasuk fokus pada teknologi EREV, menunjukkan pandangan jangka panjang Xiaomi terhadap masa depan mobilitas. Dengan peluncuran SUV 7-seater dan varian eksekutif SU7, Xiaomi tidak hanya memperluas jangkauan produk mereka, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pemain yang patut diperhitungkan di industri otomotif global, bersaing dengan produsen mobil tradisional maupun pemain baru lainnya yang juga tengah berlomba menghadirkan inovasi kendaraan listrik.