0

3 Pemain MU Dipuji Carrick usai Gol Injury Time Vs West Ham

Share

BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Manchester United berhasil menyelamatkan satu poin dramatis saat bertandang ke London Stadium melawan West Ham United dalam lanjutan Liga Inggris. Gol penyeimbang kedudukan dicetak pada menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-90+6, melalui Benjamin Sesko. Namun, di balik sorotan utama pada pencetak gol, manajer interim Setan Merah, Michael Carrick, justru memberikan pujian khusus kepada tiga pemain lain yang dinilainya menunjukkan semangat juang luar biasa dan kontribusi krusial dalam momen krusial tersebut. Ketiga pemain yang mendapat apresiasi tinggi dari Carrick adalah Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Leny Yoro, yang meskipun perannya berbeda, sama-sama memberikan dampak signifikan dalam menjaga asa Manchester United.

Laga yang digelar di tengah pekan ini sejatinya berjalan tidak mulus bagi Manchester United. Mereka tertinggal lebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Tomas Soucek pada babak pertama. Selama pertandingan berlangsung, West Ham United tampil disiplin dan efektif dalam meredam serangan MU, bahkan sempat memiliki peluang untuk menambah keunggulan. Namun, semangat pantang menyerah yang ditanamkan oleh Michael Carrick mulai terlihat menjelang akhir pertandingan. Ketika banyak tim mungkin akan menyerah dan menerima kekalahan, Manchester United justru menunjukkan perlawanan gigih. Gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Benjamin Sesko menjadi puncak dari upaya keras tersebut, namun proses di balik gol itu jauh lebih kompleks dan melibatkan kerja sama tim yang apik.

Carrick mengungkapkan apresiasinya terhadap Amad Diallo dan Bryan Mbeumo, yang menjadi kunci dalam terciptanya gol penyeimbang. Ia menjelaskan bahwa gol tersebut berawal dari sebuah serangan balik cepat yang digagas oleh Amad Diallo. Diallo kemudian melepaskan umpan matang kepada Bryan Mbeumo, yang dengan cerdik memberikan assist kepada Benjamin Sesko untuk menggetarkan jala gawang West Ham. "Anda berbicara mengenai semangat dan kebersamaan. Pada pertandingan melawan West Ham, Ben banyak menjadi sorotan utama, dan itu wajar karena momen tersebut sangat krusial dan ia tampil luar biasa. Namun, sisi lain dari hal itu adalah semangat tim," ujar Carrick dalam wawancara yang dilaporkan oleh Manchester Evening News, menyoroti pentingnya kontribusi kolektif di luar pencetak gol.

Lebih lanjut, Carrick tidak lupa memberikan pujian kepada Leny Yoro, seorang pemain yang masuk sebagai pemain pengganti dan menunjukkan performa gemilang dalam mematahkan serangan balik West Ham. Yoro, meskipun mungkin tidak mendapatkan sorotan sebesar pencetak gol atau pemberi assist, perannya sangat vital dalam mencegah timnya kebobolan lebih banyak gol. "Leny [Yoro] tampil hebat dengan mematahkan dua serangan balik melalui dua intervensi krusial," tegas Carrick, menggarisbawahi keberanian dan ketepatan waktu Yoro dalam membaca permainan lawan. Intervensi yang dilakukan Yoro secara efektif memutus momentum serangan West Ham dan memberikan kesempatan bagi timnya untuk mengatur ulang pertahanan.

Carrick menekankan bahwa semangat juang yang ditunjukkan oleh timnya bukan hanya terlihat pada momen gol di menit akhir, tetapi juga pada situasi-situasi sulit yang harus mereka hadapi sepanjang pertandingan. Ia menyoroti "lari transisi bertahan (recovery runs)" yang dilakukan oleh Bryan Mbeumo dan Amad Diallo sebagai bukti nyata dari semangat tim tersebut. Lari transisi bertahan adalah kemampuan pemain untuk segera kembali ke posisi bertahan setelah melakukan serangan atau kehilangan bola. Dalam konteks pertandingan melawan West Ham, di mana MU seringkali berada di bawah tekanan, lari transisi yang cepat dari Mbeumo dan Diallo sangat krusial untuk mencegah lawan melancarkan serangan balik mematikan. "Begitu pula dengan lari transisi bertahan (recovery runs) dari Bryan [Mbeumo] dan Amad," tambah Carrick.

Manajer interim tersebut menjelaskan bahwa dalam situasi pertandingan yang genting, di mana Manchester United tertinggal satu gol dan waktu terus berjalan, sangatlah mudah bagi tim untuk kehilangan fokus dan akhirnya kalah dengan skor yang lebih besar. Namun, justru di saat-saat itulah semangat tim menjadi faktor penentu. "Dalam situasi seperti itu, sangat mudah bagi kami untuk kalah 2-0, namun di situlah semangat tim berperan penting, dan saya telah menekankan hal tersebut kepada para pemain," ungkapnya. Ia melihat adanya perkembangan positif dalam mentalitas tim, di mana para pemain tidak mudah menyerah meskipun dihadapkan pada situasi yang sulit.

Carrick melanjutkan penjelasannya mengenai esensi dari semangat tim. Ia berpendapat bahwa semangat tidak hanya muncul dari gol di menit akhir yang spektakuler atau dari sorotan media yang berfokus pada momen-momen hebat. Sebaliknya, semangat sejati lahir dari kemampuan tim untuk mengatasi kesulitan, mencari solusi ketika dihadapkan pada kebuntuan, dan yang terpenting, bekerja sama sebagai satu kesatuan. "Semangat tidak muncul hanya dari gol di menit akhir atau cuplikan pertandingan (highlights) yang hebat. Semangat lahir dari situasi yang lebih sulit, bagaimana kita mencari jalan keluar, dan bekerja sama," pungkas Carrick.

Pujian terhadap Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Leny Yoro ini mencerminkan pandangan Michael Carrick yang lebih luas terhadap performa tim. Ia tidak hanya melihat statistik individu atau gol yang tercipta, tetapi juga menghargai upaya kolektif, ketekunan, dan mentalitas yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Peran mereka dalam gol penyeimbang, baik dalam menciptakan peluang, mengeksekusi assist, maupun dalam menjaga kedisiplinan pertahanan melalui transisi cepat, menjadi bukti bahwa Manchester United memiliki potensi besar untuk bangkit kembali, asalkan semangat juang dan kebersamaan terus dijaga. Performa ini juga menunjukkan bahwa Carrick berhasil menanamkan nilai-nilai penting dalam skuadnya, yang dapat menjadi fondasi penting bagi kesuksesan di masa depan.