BOSSPULSA.COM, Yogyakarta – Panggung penghargaan Golden Globe selalu menjadi sorotan, tidak hanya karena deretan film dan aktor pemenang, tetapi juga karena penampilan para selebriti di karpet merah. Setiap tahun, para bintang berlomba-lomba tampil memukau dengan busana rancangan desainer ternama. Namun, tidak semua pilihan busana berhasil memukau. Beberapa artis justru tampil dengan gaya yang mengundang tanda tanya, bahkan membuat netizen geleng-geleng kepala. Dari gaun yang menyerupai perabotan rumah tangga hingga pakaian yang terkesan asal-asalan, berikut adalah 10 gaya artis di Golden Globe yang paling bikin gagal paham.

Penampilan Audrey Nuna menjadi salah satu yang paling menarik perhatian, dan bukan karena pesonanya. Gaun yang dikenakannya menampilkan perpaduan warna dan potongan pinggang yang membingungkan. Netizen pun tak segan melontarkan komentar jenaka, menyebut gayanya mirip hasil "perkawinan" antara kostum penguin dan busana pantomim. Kombinasi yang tidak biasa ini tentu saja memicu perdebatan tentang pilihan busana yang dianggap kurang tepat untuk acara sebesar Golden Globe. Desain yang begitu unik ini mungkin dimaksudkan untuk menonjol, namun hasilnya justru menciptakan kebingungan visual yang sulit diabaikan. Potongan yang tidak lazim pada bagian pinggang, dipadukan dengan pilihan warna yang kontras, membuat gaun ini menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan pengamat mode dan publik.
Selanjutnya, Mark Ronson hadir dengan sebuah jaket yang tak kalah mengejutkan. Alih-alih tampil formal, jaket yang dikenakannya justru terlihat seperti jas hujan plastik sekali pakai yang biasa ditemukan di taman hiburan atau acara olahraga. Kemunculan Mark Ronson dengan busana yang jauh dari kesan mewah dan glamor ini sontak menjadi bahan perbincangan. Banyak yang mempertanyakan pilihan material dan desain jaket tersebut, yang secara visual sangat berbeda dengan ekspektasi busana di karpet merah Golden Globe. Jaket tersebut memiliki kilau plastik yang kuat dan terlihat tipis, memberikan kesan yang sangat kasual, bahkan terkesan terburu-buru dalam memilih pakaian. Ini adalah contoh bagaimana pilihan busana yang tidak sesuai konteks acara dapat menarik perhatian, meskipun bukan karena alasan yang positif.

Jennifer Lawrence, yang dikenal dengan selera modenya yang seringkali klasik dan elegan, kali ini membuat kejutan dengan pilihan gaun transparan dari Dilara Fındıkoğlu. Gaun ini memicu perdebatan sengit di kalangan netizen mengenai kelayakan busana yang dianggap "berisiko" tersebut di ajang formal seperti Golden Globe. Desain transparan yang dominan pada gaun tersebut memang memberikan kesan berani, namun banyak yang menilai bahwa hal tersebut melanggar etika berpakaian untuk acara penghargaan yang bersifat resmi. Perdebatan ini menyoroti garis tipis antara gaya yang berani dan gaya yang dianggap terlalu vulgar atau tidak pantas. Pilihan desainer untuk menampilkan bagian tubuh secara signifikan dalam sebuah gaun malam di acara bergengsi seperti ini selalu mengundang reaksi yang beragam.
Tak ketinggalan, penampilan Inga Ibsdotter Lilleaas dinilai sangat meleset dari ekspektasi, bahkan dianggap oleh sebagian netizen sebagai salah satu busana terburuk malam itu. Detail pada gaunnya, mulai dari potongan hingga pemilihan material, tampaknya tidak berhasil menciptakan harmoni visual yang diinginkan. Busana tersebut terlihat kurang pas, baik dari segi siluet maupun detail-detail kecil yang seharusnya menambah keindahan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terkadang niat untuk tampil beda itu baik, eksekusi yang kurang matang dapat berujung pada hasil yang mengecewakan. Gaun tersebut mungkin memiliki elemen-elemen menarik secara individual, namun ketika disatukan, hasilnya tidak kohesif dan terkesan berantakan.

Bella Ramsey juga tidak luput dari sorotan tajam netizen. Pakaian yang dikenakannya justru memancing komentar pedas yang menyamakannya dengan kursi yang sedang didekorasi. Siluet dan detail pada busana Bella Ramsey memang memberikan kesan yang unik, namun tidak semua orang menganggapnya sebagai tren yang positif. Banyak yang merasa bahwa desain tersebut terlalu kaku dan tidak fleksibel, menyerupai furnitur daripada pakaian yang layak dikenakan di karpet merah. Perbandingan dengan kursi dekorasi ini menunjukkan bagaimana busana dapat diinterpretasikan secara beragam, dan dalam kasus ini, interpretasinya cenderung negatif karena dianggap kurang modis dan terlalu konseptual.
Chase Infiniti tampil dengan gaya yang unik, namun sayangnya, keunikannya justru membuatnya terlihat aneh. Siluet penampilannya saat itu dianggap sangat menyerupai sebuah lampu. Busana yang dipilihnya memiliki bentuk yang kaku dan menjulang, menciptakan bayangan dan proporsi yang tidak biasa. Meskipun niatnya mungkin untuk tampil eksentrik, hasilnya justru lebih mengarah pada kesan yang janggal dan kurang estetis. Lampu seringkali memiliki bentuk yang fungsional dan dekoratif, namun ketika diaplikasikan pada pakaian, bentuk tersebut bisa jadi terlihat tidak praktis dan aneh jika tidak dieksekusi dengan sangat baik. Pakaian Chase Infiniti ini adalah contoh bagaimana konsep yang menarik belum tentu menghasilkan tampilan yang menarik secara visual.

Gaun Li Jun Li sebenarnya memiliki potensi untuk tampil memukau, namun sayangnya, potongan rok yang tidak lengkap membuatnya tampak tanggung dan kurang memberikan efek maksimal. Gaun tersebut mungkin memiliki bagian atas yang menarik atau detail yang indah, tetapi ketidaksempurnaan pada bagian rok membuat keseluruhan tampilan terasa belum selesai. Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap elemen dalam sebuah busana harus dipertimbangkan dengan cermat untuk mencapai kesempurnaan. Rok yang "tanggung" ini bisa berarti terlalu pendek, terlalu sederhana, atau tidak memiliki proporsi yang pas dengan bagian atas gaun. Akibatnya, gaun tersebut gagal memberikan kesan glamor dan anggun yang diharapkan.
Zoe Kravitz menjadi bahan candaan netizen yang menyebutnya salah kostum karena gaunnya lebih terlihat seperti baju tidur yang siap dipakai ke ranjang. Pilihan busana Zoe Kravitz memang sangat kasual dan santai, jauh dari kesan gaun malam yang mewah. Desainnya yang longgar dan materialnya yang terlihat nyaman memang mengingatkan pada pakaian tidur. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai pilihan busana yang sangat santai untuk sebuah acara penghargaan yang sangat formal. Meskipun kenyamanan adalah penting, namun di acara seperti Golden Globe, ada ekspektasi tertentu terkait tingkat formalitas busana yang dikenakan. Gaun tidur di karpet merah jelas merupakan pilihan yang tidak biasa dan mengundang komentar.

Renate Reinsve mengenakan gaun yang mungkin akan terlihat jauh lebih oke jika potongannya tidak tampak seolah-olah hampir melorot dan terjatuh dari tubuhnya. Gaun tersebut memiliki desain yang menarik, namun eksekusi pada bagian atasnya tampak bermasalah. Kesan "hampir melorot" memberikan pandangan yang kurang nyaman dan membuat penampilan Renate Reinsve terlihat kurang rapi dan terkesan sedikit ceroboh. Hal ini menunjukkan pentingnya detail dalam sebuah busana, terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan tubuh. Kesalahan kecil dalam penempatan atau desain bisa berdampak besar pada keseluruhan tampilan. Gaun yang terlihat "hampir lepas" tentu saja bukan citra yang ingin ditampilkan di acara bergengsi.
Terakhir, Justine Lupe tampil dengan warna gaun yang membuat auranya terlihat pucat. Ditambah lagi dengan tatanan rambut yang lepek dan detail transparan yang dianggap kurang berkelas, penampilannya ini tidak berhasil memancarkan pesona yang diharapkan. Pemilihan warna yang tidak tepat dapat sangat memengaruhi keseluruhan penampilan seseorang, membuat kulit tampak kusam atau lelah. Tatanan rambut yang lepek juga menambah kesan kurang segar dan kurang terawat. Sementara detail transparan bisa menjadi elemen yang menarik, jika tidak dieksekusi dengan baik atau dipadukan dengan elemen lain yang kurang tepat, justru bisa terlihat murahan. Kombinasi dari elemen-elemen ini membuat penampilan Justine Lupe menjadi salah satu yang paling kurang berhasil di malam itu.

Meskipun Golden Globe adalah panggung untuk apresiasi karya seni, tidak dapat dipungkiri bahwa mode juga memainkan peran penting dalam menciptakan kesan. Beberapa artis di atas telah membuktikan bahwa keberanian dalam bereksperimen dengan gaya bisa menjadi bumerang jika tidak dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Pilihan busana yang mengundang tanda tanya ini, meskipun terkadang menuai kritik, setidaknya memberikan warna dan bahan perbincangan yang menarik dari dunia hiburan. Kita bisa belajar dari kesalahan mode ini untuk memastikan penampilan kita di acara-acara penting selalu sesuai dengan ekspektasi dan tentunya, mencerminkan kepribadian terbaik kita.

