Marketshare Google di China Semakin Merosot

BEIJING ?€“ Saham Google di pasar mesin pencarian internet di China merosot cukup jauh pada kuartal kedua tahun ini, seiring dengan semakin panasnya perseteruan antara Google dengan pemerintah China terkait sensor internet.

Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia ini memang telah mendapatkan persetujuan untuk memperpanjang waktu operasi mereka di negara tersebut. Sayangnya, aturan sensor ketat di China membuat Google harus vakum selama beberapa bulan lamanya, dan sempat mengalihkan pencarian dari Google.cn ke Google.com.hk.

Tidak heran jika kemudian Google harus mengalami kemerosotan tajam di pasar pencarian di negara tersebut. Menurut perusahaan analis Analysys International, pangsa pasar Google di China kini hanya sebesar 24,2 persen. Padahal tiga bulan sebelumnya, pangsa Google sempat mencapai 30,9 persen,

Dalam waktu yang sama, mesin pencarian lokal China, Baidu mendapatkan peningkatan pangsa pasar hingga 70 persen. Sebelumnya, Baidu yang memang memimpin pasar mesin pencarian di China memiliki marketshare sebesar 64 persen.

Selain itu, ditemukan oleh Analysys International, pasar mesin pencarian di China bernilai sekira USD394 juta atau naik sekira 48 persen year on year.

?€?Ketidakjelasan posisi Google di mata pemerintah China memiliki kontribusi yang besar dalam peningkatan pangsa pasar Baidu,?€? ujar pihak Analysys seperti dikutip melalui Yahoo News, Kamis (22/7/2010).

China saat ini memiliki jumlah pengguna internet sekira 420 juta atau sama dengan penetrasi sepertiga populasi China. Angka ini meningkat 36 juta sejak akhir tahun 2009. (srn)


Powered by WizardRSS | Full Text RSS Feeds

Read more from the original source: Marketshare Google di China Semakin Merosot

Pengguna Internet menemukan halaman ini menggunakan kata kunci:

Bonus bicara gratis 1000 simpati isi ulang 20000 (3),choirul friyuana (2),harga voucher internet 3 di alfamart (2),dell cara memperoleh penhgargaan ict (1),DocuPrint CP205 the site says internet services (1),donasi potong pulsa via web (1),form pendataan voucher pulsa masuk dan keluar pada counter handphone (1),herman suhanda pulsa (1),kamera hfea (1),kenapa im3 call 10menit mati pulsa di bawah 10ribu (1),maksudnya data stock di akun bosspulsa (1),Rejeki Kado pelanggan telkomsel jomb cilegon (1),starcom com /dealer pulsa (1),starcom dealer pulsa (1),starcom pulsa (1),aktivasi kartu perdana im3 bisakah lewat sms (1),china semakin (1),china makin merosot (1),Bagaimana cara kembali ke paket rp0/detik dr 30jam (1),bagaimana menambah pulsa utama 3 internet (1),baidu mesin pencari lokal cina (1),berhenti flash monthly8 (1),bisakah bonus data 100 mb simpati digunakan dengan modem (1),bisakah isi pulsa dari arab ke indonesia (1),bisakah three transfer pulsa ke lain operator di luar negeri? (1)

Tahun 2010, Beratkah Bagi Blackberry?

Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya mengatakan, pada 2010 sekarang, Android akan sudah masuk ke dalam tahap penetrasi. Hal itu karena perkenalan Android sudah dilakukan berbagai vendor sejak 2009, di Indonesia.

“Sudah cukup pengetahuan masyarakatnya dan 2010 akan menjadi tahap di mana sistem operasi Android akan mulai penetrasi ke Indonesia,” katanya di Jakarta. Ia menilai ada beberapa hal yang mencerminkan kesiapan ponsel pintar berbasis Android untuk hadir di pasar Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari tersedianya handset yang sophisticated hingga kelas handset entry level.

Namun karena Android basisnya open-source, maka menurut Teguh akan lebih mudah dikembangkan oleh developer. Sementara end-user dapat menikmati berbagai macam aplikasi yang ada di dalam Android.” Sementara itu vendor internasional sudah siap memasarkan Android di Indonesia. Seperti Samsung yg meluncurkan Galaxi Pica pada kuartal pertama 2010. “Samsung masih mencari operator yang ingin bekerjasama bundling ponsel berbasis Android,” kata VAS & Online Marketing HHP Business Department Samsung Pambudi Sudirman.

Ia menilai jika ada dukungan langsung Google, maka bisa sangat potensial jika mau membuka market di Indonesia. Hal itu karena dari sisi user experience sangat menarik perhatian pengguna akhir. “Google Map, kalendar Gmail, kontak person yang terintegrasi banyak memiliki kelebihan,” katanya.

Namun ia menyayangkan permasalahan masih kurangnya aplikasi untuk Android. Itu dikarenakan developer kontennya masih sangat minim di Indonesia. “Tentunya pasar high-end masih menjadi pilihan utama banyak produsen ponsel Android. Samsung Galaxi Pica lebih pada pasar mid-end,” ujar Pambudi Sudirman.

Product Group Marketing Manager Sony Ericsson Hanny Sanjaya menilai tren ponsel setiap tahun berubah. Misalnya saat ini banyak ponsel yang menyediakan fitur dan layanan yang mendukung jejaring sosial. “Sony Ericsson tidak hanya melihat tren BlackBerry saja, melainkan semua vendor ponsel yang ada, baru kemudian Sony Ericsson membuat konsep ponsel sendiri,” ujarnya.

Menyangkut Android, Sony Ericsson yang akan meluncurkan Xperia X10 yang berbasis sistem operasi Google itu di akhir Maret 2010. Sementara bundling dengan operator masih direncanakan, termasuk harga juga belum bisa diumumkan.

“Sistem operasi Android tergolong baru dan belum banyak yang menggunakan di Indonesia. Makanya Sony Ericsson mencoba masuk ke pasar yang potensial tersebut didukung dengan berbagai aplikasi yang bisa digunakan dalam Android, sementara tidak bisa maksimal di Java dan Symbian,” terangnya.

Ia mengatakan Sony Ericsson menyediakan ponsel berbasis Android mulai dari kelas mid-end hingga ke high-end. Sementara Xperia X10 merupakan salah satu yang akan masuk dalam kategori high-end. Hanny mengatakan Sony Ericsson menampilkan berbagai fitur mutakhir termasuk layar sentuh bukan untuk menyaingi BlackBerry. Namun lebih pada persaingan teknologi, bukan menekan produk lain.

Sementara dari sisi operator tidak khawatir datangnya Android akan mengganggu pasar BlackBerry. Pasar BlackBerry dinilai memiliki segmen tersendiri. Sementara fitur layanan antara ponsel berbasis Android, iPhone dan BlackBerry berbeda-beda seperti Blackberry bold 9000, Blackberry Storm, maupun Tour.

Menurut Teguh Prasetya setiap handset memiliki karakteristik masing-masing. Seperti BlackBerry kuat di-messaging, iPhone kuat di komunitas dan entertainment. Sementara Android sebagai sistem operasi baru yang di-support oleh Google, sangat kuat untuk personal guide.

“BlackBerry punya kekuatan sendiri, dan ponsel Android akan memiliki pasar tersendiri. Meskipun user bisa saja bersinggungan, tetapi kebutuhan tematik akan kegunaan masing-masing ponsel spesifik. BlackBerry tidak akan tergerus,” tegasnya. “Apalagi budaya masyarakat Indonesia suka memiliki handset lebih dari satu jenis,” timpalnya.

Retrieved from “http://www.articlesbase.com/cell-phones-articles/tahun-2010-beratkah-bagi-blackberry-2136620.html”

See more here: Tahun 2010, Beratkah Bagi Blackberry?

Pengguna Internet menemukan halaman ini menggunakan kata kunci:

fujixerox p205b mati total (1),galaksi pulsa simpang lima (1),hp android bundling operator (1),indonesia sony xperia distributor (1),Kemungkinan urutan kejadian dalam evolusi dari pegunungan Himalaya-Tibet (1)