Dealer Pulsa Elektrik

Menerima Pendaftaran Dealer Pulsa dan Agen Pulsa Elektrik

Bangkit Dari Kegagalan

Sumber Asli : http://www.andriewongso.com
Publikasi : Selasa, 04-September-2007; 11:59:11 WIB
Oleh : Final Prajnanta
(Didistribusikan ulang tanpa seizin penulis, bukan untuk tujuan komersial)

Siapapun anda yang membaca artikel saya ini pasti pernah mengalami kegagalan. Masih ingatkah anda ketika pertamakali menulis puisi? Untuk menulis puisi mungkin kita memerlukan berlembar-lembar kertas karena kita merasa gagal dengan tulisan-tulisan pertama, kedua dan berikutnya. Mungkin anda pernah gagal dalam pacaran, pernah kalah dalam suatu pertandingan, pernah gagal memanfaatkan kesempatan yang sudah di depan mata atau kegagalan-kegagalan lainnya.

Dalam sequel film Rambo yang dimulai dari First Blood (1982) dan First Blood 2 (1985), kita bisa melihat betapa hebatnya tentara Amerika bertempur dalam perang Vietnam.  John Rambo (Sylvester Stallone) dalam perang Vietnam ini seolah-olah merupakan “ikon” tentara Amerika sangat digdaya dan selalu memenangkan setiap pertempuran yang dilakoninya. Dalam perang Vitenam sesungguhnya yang terjadi antara tahun 1959 – 1975, terdapat 58,000 tentara Amerika gugur.  Mereka berhasil dikalahkan oleh para Viet Cong (tentara sipil untuk mempertahankan Vietnam Selatan).  Ahli strategi militer klasik China Sun Tzu (544 – 496 SM), pernah mengatakan bahwa tidak mungkin kita memenangkan dalam setiap medan pertempuran.  Tentara Amerika yang sangat digdaya dan mempunyai peralatan canggihpun pun bisa mengalami kekalahan atau kegagalan.

Di era akhir 80-an kita dikejutkan dengan munculnya si leher beton Mike Tyson di khasanah tinju kelas berat dunia.  Dalam 19 penampilan pertamanya di ring tinju professional, Mike Tyson mengalahkan lawan-lawannya maksimal dalam 6 ronde, dan 12 di antaranya diKO pada ronde ke-1! Saat itu muncul asumsi bahwa dalam sepuluh tahun ke depan akan sulit menemukan lawan sepadan buat Mike Tyson di planet ini.  Namun siapa sangka pada tanggal 11 Februari 1990 di Tokyo, Mike Tyson bisa dijungkalkan James “Buster” Douglas, petinju yang tidak dilirik sebelah mata pun oleh pasar taruhan (42-1 untuk Tyson)? Dalam 35 detik di ronde ke-10 untuk pertama kalinya Tyson mencium kanvas dan kehilangan gelar!

Dari kedua contoh di atas jelas menunjukkan bahwa kegagalan bisa terjadi pada siapa saja. Kegagalan harus kita yakini sebagai proses yang belum sempurna, ada tahap-tahap tertentu yang mungkin tidak kita prediksi sebelumnya atau kita lewati hanya dikarenakan kita terlalu percaya diri.  Untuk kasus Mike Tyson, dia terlalu menganggap remeh lawan dan sangat kurang dalam persiapan menghadapi pertarungan tersebut.  Hanya sayangnya James “Buster” Douglas bukanlah petinju besar, setelah pertarungan tersebut dia langsung kehilangan gelar pada saat mempertahankan gelar pertamanya melawan Evander Holyfield.  Namun dia akan selalu dikenang sejarah sebagai orang pertama yang berhasil menjungkalkan si leher beton!  Tidak ada manusia hidup di dunia ini  dengan kesempurnaan. Seperti kurva distribusi normal, semua dimulai dari bawah, bergerak menuju ke puncak dan pada masanya mengalami penurunan. Semua orang pernah mengalami kegagalan.

Kesuksesan di balik Kegagalan

Pada setiap kegagalan yang kita alami, jika kemudian kita lakukan evaluasi maka akan terdapat beberapa kesempatan-kesempatan baru untuk mendapatkan kesuksesan  yang lebih besar.  Siapa yang tidak mengenal Abraham Lincoln?  Lincoln sudah ditinggalkan ayahnya pada usia 8 tahun dan ditinggal ibunya pada saat usianya 10 tahun. Kegagalan demi kegagalan di waktu mudanya tidak membuat dirinya patah semangat. Abraham Lincoln mampu membuat kegagalan menjadi batu loncatan antara satu kesuksesan ke kesuksesan lain. Tahun 1849 Lincoln maju menjadi walikota namun ditolak.  Tahun 1854 maju menjadi anggota senat namun gagal juga. Tapi ia terus maju dan kembali gagal saat mencalonkan diri jadi Wakil Presiden pada tahun 1856 tetapi gagal karena suaranya di bawah 100 pemilih. Saat mencoba masuk senat pada 1858 ia kalah lagi. Dengan kegigihan dan keyakinan kuat, Abraham Lincoln malahan terpilih menjadi Presiden AS ke-16 pada tahun 1860.

Anda pasti mengenal celana Levi’s bukan? Proses di balik kesuksesannya sangat menginspirasi kita. Levi Strauss dilahirkan di Bavaria Eropa 26 Februari 1829.  Ketika di San Fransisco pada tahun 1850 lagi demam penambangan emas, dia mencoba peruntungan bermigrasi ke San Fransisco.  Akhirnya dia menjadi warga negara Amerika di tahun 1853.  Mengetahui kegagalannya menjadi penambang emas, Levi Strauss melihat justru ada peluang baru, dia menawarkan tenda-tenda kanvas ke para penambang.  Pekerja-pekerja tambang di sana justru sangat tertarik dengan celana panjang yang dikenakannya.  Kemudian dikembangkanlah celana denim atau jeans.  Bisnis barunya ini menjadi cikal bakal blue jeans “Levi’s” yang merupakan merek pertama dan terpopuler hingga saat ini.

Kegagalan memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa mungkin cara yang kita tempuh adalah salah sehingga kita bisa mengerjakan segala proses kesuksesan dengan lebih baik.  Kita juga jadi tahu resiko-resiko yang mungkin akan muncul di setiap proses dan bagaimana menghindari resikonya tersebut. Kegagalan jika dikelola dengan baik akan membangitkan motivasi positif dalam diri kita.

Fenomena Rudy Hartono dan David Beckham

Seorang remaja Indonesia usia18 tahun di tahun 1968, berhasil mengalahkan pemain badminton hebat Tan Aik Huang (Malaysia) dengan score 15-12 dan 15-9 di ajang Piala All England untuk pertama kalinya. Remaja ini bahkan setahun sebelumnya memberikan andil kemenangan tim bulutangkis Indonesia untuk memenangkan Thomas Cup. Dialah Rudy Hartono, sang maestro bulutangkis kita. Rudy memenangkan piala supremasi  All England sebanyak 7 kali berturut-turut dari tahun 1968-1974.  Tampil 10 kali di final All England, Rudy Hartono berhasil merebut 8 kali juara.  Tahun 1975 di final Rudy dikalahkan musuh bebuyutannya yaitu Svend Pri (Denmark) dengan score 11-15 dan 14-17.  Tahun 1976 Rudy bangkit dari kegagalannya dan mengalahkan Liem Swie King di final. Tahun 1977 Rudy tidak ikut dan di tahun 1978 dia tampil di final All England lagi meskipun akhirnya dikalahkan juniornya Liem Swie King.  Selain tahun 1967, Rudy Hartono juga mengantarkan Indonesia merebut Thomas Cup 1970, 1973 dan 1976. Kegagalan menyakitkan bagi Rudy Hartono kekalahan menyesakkannya dari Svend Pri di ajang Thomas Cup tahun 1973 di Jakarta.  Meski Indonesia mengalahkan Denmark 8-1 namun satu-satunya kekalahan Indonesia adalah diperoleh Rudy Hartono. Bukanlah Rudy Hartono kalau tidak bangkit kembali.  Dia bangkit kembali dengan merebut 3 gelar All England setelah itu, bahkan di tahun 1980 Rudy Hartono menjadi juara dunia mengalahkan Liem Swie King.  Suatu prestasi yang sangat sukar diulangi sampai kapanpun juga. Tidak gampang menjadi juara di kejuaraan internasional badminton apalagi sebagai juara badminton All England 8 kali!

Contoh paling gres tentang bangkit dari kegagalan dari dunia sepakbola adalah fenomena David Beckham.    Beckham gagal membawa Inggris dalam Piala Dunia 2006.  Lebih tragis lagi dia dicoret dari timnas Inggris oleh Steve McClaren pada 11 Agustus 2006.  Di Real Madrid klub terakhir dia bercokol (hingga akhir Juni 2007) tidak pernah memasang  Beckham sebagai starter sejak itu.  Fabio Capello sang pelatih malah bilang tidak akan pernah memakai Beckham lagi setelah dia menandatangani kontrak 5 tahun sebesar 250 juta dollar US dengan klub Los Angeles Galaxy pada 14 Januari 2007.  Namun apa yang dilakukan Beckham dengan serangkaian kegagalan dan penolakan di ujung karirnya?  Beckham tetaplah seorang profesional sejati.  Dia tetap disiplin berlatih bersama teman-temannya Real Madrid di Santiago Bernabeu meskipun namanya tidak masuk dalam line-up pemain sekalipun.

Hingga Real Madrid mengalami krisis pemain dan kegagalan beruntun dihadapi, akhirnya Fabio Capello menarik kembali ucapannya dan memasang Beckham kembali.  Hal yang luar biasa bahwa Beckham bisa bangkit dan menunjukkan kelasnya sebagai pemain dunia yang mengantarkan kemenangan Real Madrid di beberapa pertandingan terakhir.  Malang bagi Real Madrid, kini Beckham sudah bukan milik mereka lagi, mereka menyesal pernah melakukan kesalahan terbesar dengan mencoretnya dalam daftar pemain.  Ramon Calderon Presiden Real Madrid berusaha menggagalkan kepergian Beckham ke LA Galaxy berapapun biayanya, namun Beckham tetaplah pemain profesional dan tetap akan ke LA Galaxy.

Tanggal 26 Mei 2007 Mc. Claren  pelatih Inggris memanggil kembali Beckham di  tim nasional Inggris setelah tim Inggris mengalami permainan buruk sepanjang awal kualifikasi piala Euro 2008.  Pertandingan comeback pertama Beckham yang dilakoni melawan Brasil berhasil dilewatinya dengan sempurna.  Umpan  matangnya ke John Terry mengantarkan Inggris memenangkan pertandingan tersebut. Bravo buat profesionalisme Beckham!  Dia memberikan contoh bahwa bangkit dari kegagalan adalah suatu keharusan jika kita ingin tetap maju.

Setiap orang mengalami masa-masa perjuangan menuju sukses. Untuk mencapai kesuksesan ada resikonya.  Semakin besar resiko maka semakin besar pula tingkat kesuksesannya.  Resiko terbesar adalah kegagalan. Kegagalan adalah suatu kata yang tidak enak didengar, dan tidak seorang pun di dunia ini yang menginginkan atau mau mengalami kegagalan itu.  Kita sudah belajar bahwa orang-orang sukses tidak bakalan sukses tanpa kegagalan-kegagalan yang dialaminya.  Orang-orang sukses beranggapan kegagalan adalah bersifat sementara bukan permanen.  Kegagalan hendaklah hanya merupakan salah satu bab dalam rangkaian buku kehidupan kita.  Kegagalan bukanlah menjadi penutup kehidupan kita, terkecuali jika kita menyerah terlalu dini. Nah jika kita pernah mengalami kegagalan, berapapun besar tingkat kegagalan tersebut tetaplah pantang menyerah.  Ambillah sikap positif.  Belajarlah dari kegagalan, evaluasi dan lakukan action-action baru. Kita harus mampu bangkit dari kegagalan dan menjadi pemenang di kehidupan ini!

Salam dahsyat luar biasa,

Final Prajnanta

Penulis motivasi, marketing, SDM dan pertanian
Bisa dihubungi di f_prajnanta@yahoo.co.id

Mencari Harga Yang Paling Murah

Saya yakin diatas 90% orang yang akan memulai bisnis, dalam benaknya muncul strategi paling DAHSYAT dalam berbisnis yakni, cari produk semurah-murahnya, kalau perlu ke pabrik atau pembuatnya langsung. Apalagi jaman sekarang, kita butuh apa saja tinggal ketik di Google, terus kejar ke sumbernya, maka kita akan dapat harga paling murah, dan itulah hebatnya kita yang bisa lihat internet.

Tinggal nanti kita jual grosiran atau retail dengan sedikit harga dibawah pesaing kita maka beres lah sudah, kita akan menjadi pebisnis baru yang sukses..!
Apakah anda pernah berpikir begitu juga..?

Haha..cerita2 seperti ini semalam menjadi bahan diskusi yang banyak anekdot..dan ternyata seru juga membicarakan keluguan2 kita para pemula.

Saya pernah berbisnis alat jahit, dan salah satunya yang menjadi primadona adalah RETSLUITING. Ya, ini adalah salah satu barang yang banyak dicari, hingga tidak heran salah satu pabrik retsluiting yang paling terkenal memiliki pabrik gede sekali yang karyawannya kalau datang bisa puluhan Bis.
Perhatikan Retsluting baju atau celana anda, apakah Merknya adalah YKK..?

Perburuan mencari YKK yang murah ini menjadi cerita lucu. Setelah mendapat alamat pabrik dan telpon dari website, saya pergi ke pabrik, berharap ketemu dengan orang paling kunci, tapi ternyata di pabrik nggak ada transaksi penjualan, dan saya diarahkan ke kantor pusat, yang lokasinya di Cikini. Kedatangan saya disambut pemuda berdasi, saya diajak ke showroom untuk menunjuk item yang kan saya order. Saya kaget karena showroom yang isinya sample, gedenya berlipat2 puluhan kali dibanding rumah saya. Ini tempat yang tepat, pikirku..emang aku cerdik cari sumber…ternyata retsluting itu ragamnya bisa beribu-ribu gitu ya..?

Ketika model dan ukuran2 yang aku inginkan sudah kudapat, yang ternyata jenis model yang paling murah (hehe..). Giliran ngomong masalah harga.Topik yang paling mendebarkan, ternyata harganya lebih mahal daripada harga di tokoku.! Duh.!

“Minimal beli berapa mas” kata saya yang mulai grogi.
“Masing2 warna minimal 1 lot pak.Contoh untuk ukuran 6 inch, 1 model ada 144 warna” katanya.
“Oke kata saya, kalau semua model saya beli dari 4 inch sampai 20 inch saya saya harus beli berapa lot” Tanya saya, masalah harga entar pasti bisa nego, pikirku.
“Yang 4 inchi ada Ekonomi,medium,spesial semuanya 144×3=432lot, masing2 kelas ada 2 macam, yakni ada kepala besi ada kepala plastik, total 432×2 =864 Lot. Dan jenisnya juga ada 2, yakni retsluiting jepang dan biasa, jadi semuanya 864×2= 1728 Lot, itu baru yang 4 Inchi” dia menrangkan dengan serius, sementara saya mulai menelan ludah untunglah di sedia-in teh botol.
“Mm..satu lot itu berapa sih mas..?”Tanya saya

Singkat cerita setelah diterangkan detail, tiba kursi empuk yang saya duduki terasa panas..karena untuk membeli semuanya yang aku minta, order minimal harus sekitar 2 kontainer hehe…dan setelah dijalskan semua, meski pura2 pede dan bersikap seolah-olah orang kaya, tetep saja lawan bicaraku menangkap bahasa tubuhku dan maklum yang dihadapi orang yang bayar ongkos kontainernya saja belum tentu sanggup…hihi..

“Kalau masih terlalu banyak bapak ke Semarang saja, disana kan deket dan ada perwakilannya, disana bisa beli partai yang lebih kecil”
“Oke mas, saya pertimbangkan dulu, dan saya akan cari di Semarang”sambil salaman pamitan, dan aku rasany kerdil banget, karena dari masuk tadi nggak saya perhatikan bahwa kantor retluiting itu ternyata 5 or lantai 6.! Waduh2..salah masuk nih..

Perjalanan berikutnya ke Dealer semarang, dan disana meringis lagi, emang boleh beli dengan quantity kecil, tapi harga tetep diatas pasar, dan minimal quantity bisa sepuluh kali lipat dari semua yang yang saya miliki…dan ditunjukkan agen yang lebih kecil yang harganya cukup murah yakni di pasar pagi lama jakarta…kesana, dapat lagi, boleh beli minimal 5 juta, alhamdulillah..dapat juga.

Belum lama kami tersenyum setelah memasukkan belanjaan ke sedan tua kami, istriku memanggil, dari toko kecil dekat parkiran kami, ternyata harga disitu lebih murah lagi, dan quantitiy bisa lusinan..nah loh…nyesel juga nih…kita beli juga disitu sekian ratus lusin…ini nih sumber yang laing murah..pikirku.

Seminggu kemudian kami dikagetkan lagi dengan info adik saya, yang pelanggannya cerita bahwa harga ke konsumen retsluiting saya terlalu mahal, dan menyebutkan harga eceran di Solo dimana dia sering beli..alamak..harga eceran di solo lebih murah dari harga saya beli di pasar pagi yang murah…akhirnya beli coba beli di solo..hingga pada suatu hari saya kaget lagi ketika main ke Tanah Abang Blok Auri, ternyata harga kakilima disana lebih murah dari solo…pusing-pusing…dimana sih yang paling murah..?

Pasti Tanah Abang.. Yang Terakhir!

Ternyata nggak Juga..! Ada sumber lebih murah lagi, yakni retsluiting2 lebihan2 dari pabrik garment, yang saya beli 3 juta dapat 6 karung besar..! Tapi ya itu..musti milihin satu persatu, terus mencuci, terus di kelompok2in perwarna satu persatu…apa ada yang lebih murah lagi..? bisa jadi ada kalau dicari terus…tapi terus jualannya kapan.?

Belakangan kita menyerah…capek…dan ternyata yang paling enjoy dan mudah adalah belanja retsluiting di Yogya dengan margin tidak besar…dan ternyata inilah yang paling ideal.

Dan ketika saya minta temen saya Masbukhin, yang saya anggap sebagai temen Maestro binis Pulsa, hingga detik inipun dia tidak tahu dimana cari sumber pulsa yang termurah, kalau ada yang tanya maka akan dijawab
“Golekana dewe, kalau udah nemu kabari aku, mengko tak nunut..” (cari saja sendiri, nanti kalau sudah nemu kasih tahu agar saya ikut numpang juga) hehe…

Jadi saya sarankan agar anda nomor satu mencari sumber yang menurut anda enjoy…tidak harus yang termurah..kalau emang anda bisa kulakan di tetangga anda kenapa tidak ambil saja disana..malah nggak perlu capek2 tinggal tepuk tangan saja, kasih kode dengan tangan, barang datang…ambil margin sedikit, beres deh..
Kalau tetangga punya sumber yang lebih murah wajar, lha wong dia sudah jualan puluhan tahun..sementara kita baru 3-4 minggu…hal2 lain yang perlu di benahi banyak sekali selain hunting sumber paling murah, yakni meng-improve diri anda sendiri, baik dalam Belive-nya, Dream, Strategi maupun Actionnya, atau yang sering disingkat BDSA.

Semoga anda Terinspirasi…

Hadi Kuntoro

http://rajaselimut.com

http://mysajadah.com

http://hadikuntoro.com

sumber asli : http://www.andriewongso.com

Berjumpalitanlah, Peluang Itu Semakin Dekat

Sumber Asli : http://www.andriewongso.com
Publikasi : Senin, 12-November-2007; 08:52:18 WIB
Oleh : Agoeng Widyatmoko – Konsultan independen usaha kecil (UKM)
(Didistribusikan ulang tanpa seizin penulis, bukan untuk tujuan komersial)

Hari ini saya dapat pelajaran kecil. Saat hendak memarkir kendaraan, saya melihat seekor tikus kecil (orang Jawa menyebutnya celurut) berlari di depan kendaraan saya. Tikus kecil sebesar kepalan tangan anak balita itu konon tak bisa melihat, hanya bisa mengendus. Karena itu, saat berlari, ia menabrak banyak benda di depannya. Bahkan, saking cepatnya berlari, kadang ia jatuh hingga terjungkal.

Sejenak, saya perhatikan tingkah tikus itu. Ternyata, setelah terjungkal, tikus itu berhenti sejenak. Saya mengira, tikus itu akan lebih berhati-hati. Ternyata tidak! Tikus itu tetap lari dengan cepat sambil seperti mengendus-endus. Kali ini, ia mencoba mencari jalan lain. Hal yang sama terjadi, ia menabrak tembok pembatas, dan kembali terjungkal. Perlahan, ia bangkit. Dan, tak lama, ia berlari lagi. Kali ini baru saya tahu, ia berlari menuju seonggok tulang kecil yang masih ada sisa dagingnya. Begitu sampai, daging dan tulang itu dikeratnya dan dibawa lari menghilang dari pandangan saya.

Saya termenung sejenak. Ingatan saya langsung terbawa pada memori tentang orang-orang sukses dan beberapa relasi saya. Banyak dari pengusaha sukses yang saya kenal sering mengisahkan betapa berat perjuangan mereka semasa merintis usaha. Barangkali, sudah tak terhitung lagi berapa kali mereka ” terjungkal ” saat menghantam ” tembok penghalang”. Beberapa orang yang sangat sukses, menurut ukuran saya – karena ukuran sukses tiap orang selalu berbeda – adalah mereka yang tak takut terjungkal berkali-kali, bahkan dengan sakit yang amat sangat, namun bisa dengan tegar segera bangkit lagi.

Tak jarang, orang-orang seperti ini seringkali harus berjuang dari angka yang bahkan minus, alias meninggalkan utang. Berat memang, risiko untuk jadi pengusaha. Namun, bukankah setiap pekerjaan pasti mempunyai risikonya sendiri-sendiri? Layaknya si tikus yang sudah mengalami jatuh dan terjungkal, ia pun tetap berusaha mencapai tulang yang diingininya. Inilah mental yang saya kira perlu kita miliki, jika ingin sukses dalam hidup ini.

Sebagai pengusaha, calon pengusaha, atau mereka yang merasa sudah pernah gagal berwirausaha, hal-hal semacam ini harusnya sudah disadari sejak awal. Jika binatang kecil tak berdaya (buta) seperti tikus pun bisa hidup dengan semangat “berburu”, maka sudah seharusnya kita pun demikian adanya.

Ada seorang relasi saya yang mengalami kegagalan dalam usaha yang dirintisnya. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya cukup besar. Sebut saja namanya Omi. Dalam bayangan banyak orang, kemungkinan Omi akan mencari alternatif usaha lain jika ingin berwirausaha lagi. Sebab, ia memang kurang menguasai jenis usaha yang membuatnya merugi itu sebelumnya. Tapi, perkiraan itu ternyata salah! Omi justru membuka usaha yang sama lagi, meski di tempat yang berbeda. Ia juga menambah beberapa layanan yang membuat usaha itu makin komplit. Kali ini, kenekadan dia membuahkan hasil yang sangat gemilang.

Saat ini, bahkan ia telah membuka cabang kelima dari usaha tersebut. Saat saya bertanya kepadanya, apa yang membuatnya memutuskan menekuni bidang yang sama, meski sudah gagal total sebelumya, Omi menjawab dengen enteng. “Siapa bilang saya gagal? Saya sedang belajar kok, dan memang, investasinya cukup mahal. Tapi terbukti, dengan kegagalan saya yang pertama, saya justru jadi mampu mengendus banyak peluang lain untuk mendukung tumbuh kembang usaha saya,” tukasnya tanpa nada mengada-ada. Omi yang tadinya “buta”, setelah terjungkal, akhirnya menemukan “makanan” yang dicarinya.

Saya memang tak menganjurkan nekad sebagai pilihan untuk menerjuni dunia usaha. Jika Anda “buta” sama sekali, akan lebih baik jika Anda mengendus peluang yang terdekat dengan Anda dulu. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menapaki jalur wirausaha dengan melihat kemampuan Anda. Yang ingin saya sampaikan, adalah jika kita ingin memantapkan diri di bidang entrepreneurship, kita harus benar-benar mematangkan mental kita. Kita harus siap terjungkal, jatuh, jumpalitan, gagal, tapi lantas segera bangun dan berlari kembali. Kalau si tikus kecil berani, bagaimana dengan Anda?

Bisnis Sukses Karena Proses

Berapa banyak prosedur yang telah Anda tulis? Mungkin jawabannya, banyak atau sudah lebih dari cukup. Namun pertanyaan saya, berapa banyak yang sudah Anda review? Melakukan review berarti meng-update sistem kerja Anda.

Kesalahan perusahaan kecil menengah adalah mereka sangat excited membuat sistem dan prosedur namun lupa bahwa ideal process berubah dari waktu ke waktu. Bisnis yang sukses terjadi karena proses yang benar, bukan karena hokky!

Mengapa Anda melakukan review?

Tidak ada manusia yang sempurna, demikian juga tidak ada prosedur yang sempurna. Bahkan tidak ada proses yang bisa di-desain secara sempurna. Tidak ada orang yang sanggup membuat penulisan SOP (standard operating procedure) yang sempurna. Melihat kenyataan tersebut, bagaiamana Anda memastikan akurasi, efektivitas, dan kualitas proses yang mengarah kepada hasil yang optimal? Yes, jawabannya… REVIEW secara rutin.

Oh, iya.. pada ISO 9001, kalau saya tidak salah, clause 7.3.4 mengingatkan bahkan mewajibkan untuk melakukan review. Resiko terbesar adalah anda kehilangan customer besar yang kecewa karena product requirement sudah tidak memenuhi standar.

Ciri prosedur yang harus segera di-review dan di-update:

1.Proses mulai tidak bisa diandalkan

2. Proses menunjukkan tanda-tanda inconsistency

3. Proses mulai terlihat uncontrolable

4. Hasil tidak memenuhi standar requirement customer

5. Perubahan strategi bisnis yang menyebabkan perubahan kondisi ideal sebuah proses

So, bagaimana cara melakukan review SOP?

Start dari Objective

Coba ambil salah satu SOP / prosedur yang ingin dianalisa. Tanya kepada diri Anda, jika Anda adalah karyawan, apakah Anda memahami objektif perusahaan menulis SOP ini? Seberapa mudah Anda memahami proses kerjanya? Apa proses utama yang tidak boleh salah, apakah cukup jelas ditekankan dalam SOP tersebut?

Mulai Review

Saat melakukan review, siapkan checklist standar review yang harus dicapai oleh penulis SOP. Misalnya:

· Spelling,

· Sudah mendefiniskan point penting,

· Mudah dipahami,

· Menggunakan kalimat aktif bukan pasif,

· Bisa dipahami oleh orang awam,

· Disertai dengan gambar,

· Ringkas,

· Dll..

Recognition

Temukan hal-hal baik yang bisa dipuji oleh Anda, agar sang penulis SOP tidak merasa rendah diri. Tujuan dari rekognisi adalah agar semangat penulis tetap objektif. Pastikan kata-kata Anda tidak pura-pura atau dibuat-buat agar tetap profesional. Semakin spesifik pujiannya, semakin mudah buat penulis untuk membedakan mana yang baik dan yang kurang baik.

Ingat sekali lagi, prosedur adalah bagian dari proses besar. Jika Anda sudah melakukan review untuk satu proses, lihat proses lain yang juga terkait.

Teknik Leverage ala iCOACH:

Time & Effort vs Results & Value … temukan aktifitas spesifik yang menghabiskan sedikit waktu, sedikit effort tapi menghasilkan Results dan memberikan Value yang besar.

Breakdown to multiply, NLP mengajarkan chunking. Jika Anda ingin makan ‘gajah’, pastikan potong sampai Anda bisa mengunyah dengan mudah.

Demikian dalam membuat SOP, pastikan prinsip leverage digunakan dengan konsisten. Jangan overcomplicate system; semakin mudah diikuti, semakin baik.

So, kiat saya hari ini, sebagai reviewer Anda harus memiliki mindset: As a reviewer, you’re obliged to:

* Adil dan objektif
* Konsisten dengan goal perusahaan
* Runtut, teliti
* Check and Recheck
*Tulis point kelebihan, kekurangan dan room for improvement agar proses berikutnya bisa lebih baik lagi.

“Jangan overcomplicate system, semakin mudah diikuti, semakin baik..”-Tom MC Ifle

Be Enlightened!

__________________________

Tom MC Ifle

Money and Business Coach

www.CoachingForAll.com

www.IcoachRealCoach.com

Hp.0816 4813313

email:tommcifle@icoachrealcoach.com

Sumber : http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/3583/Bisnis_Sukses_Karena_Proses/

Sukses = Kerja Keras

Oleh : Leman – Penulis Buku 50 Chinese Wisdoms

Pada posting yang pertama, saya telah menekankan pentingnya kerja keras  dalam  mencapai kesuksesan.  Pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama mencoba menelaah lebih jauh kata sukses, dan melihat lebih mendalam  mengenai konstruksi  huruf tersebut.

Kata  sukses  , terdiri dari  huruf  Chéng   yang artinya pencapaian,  dan huruf G?ng  yang artinya hasil. Kalau kita melihat lebih jauh  konstruksi  huruf G?ng, maka akan ditemukan   komponen  huruf  yang artinya  ”kerja”  (
? gong) , ditambah  komponen huruf  yang artinya  ”tenaga/berupaya sekuat tenaga” (? li).

Jadi dapat disimpulkan sukses tidak datang dari dunia yang lain, tetapi pencapaian  atau hasil dari  kerja  dengan sekuat tenaga, atau bekerja lebih (“Kerja Keras”). Mereka masih mau bekerja walaupun diluar jam kerja kantor. Mereka  masih mau bekerja walaupun  yang lainnya sudah berhenti. Mereka masih  mau bekerja walaupun……..

Simak  pendapat dan pandangan mereka tentang kerja keras!

  • Ketika Tiger Woods ditanya strategi apa yang digunakan sehingga ia sukses  sebagai seorang pemain golf profesional?  Dengan rendah hati ia mengatakan, “Saya hanya menggunakan waktu lebih banyak. Ketika yang lainnya belum bangun, saya sudah bangun untuk latihan. Ketika yang  lainnya sudah istirahat, saya masih melanjutkan latihan.”
  • Hasil penelitian Dr. Thomas Stanley dari University of Georgia menemukan pola yang sama untuk setiap orang-orang  yang sukses yaitu “kerja keras”. Mereka bekerja 12 s/d 14 jam seharinya. Menurutnya tidak ada  seorang pun bisa mencapai potensi yang maksimum dengan melakukan yang minimum.
  • Menurut ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi, yang saya kutip dari majalah Gontor  edisi 12 mengatakan orang China adalah bangsa yang mempunyai etos kerja tinggi. Bayangkan  mereka bersedia bekerja 11 jam. Menurutnya lagi, padahal banyak orang yang hanya bekerja 8 jam sehari saja sudah keberatan.

Bekerja keras tidak salah, yang salah adalah bekerja keras yang tidak efisien dan efektif, tidak mempunyai arah, sasaran dan fokus yang jelas, serta tidak mempunyai perencanaan/ persiapan yang baik (Saya akan memberikan contoh kisah bekerja keras yang tidak benar, sehingga menyia-nyiakan waktu, tenaga, pikiran pada  posting berikutnya).

Oleh sebab itu, mulailah bekerja dengan lebih keras, lebih ulet tekun serta pantang menyerah dalam mencapai tujuan dan cita-cita Anda.

Salam Sukses Untuk Anda

Leman
Penulis buku 50 Chinese Wisdoms

Sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-1398-Artikel_Tetap-Sukses_=_Kerja_Keras

Jangan Pernah Berhenti Dan Bersyukur

Sumber Asli : http://www.andriewongso.com
Publikasi : Jumat, 02-November-2007; 09:59:34 WIB
Oleh : Hadi Kuntoro
(Didistribusikan ulang tanpa seizin penulis, bukan untuk tujuan komersial)

Dear Action Member..
Dream atau Impian memang indah, dan ditangan motivator-motivator yang handal, lengkaplah sudah tekad kita atau motivasi kita apabila kata-katanya telah dirangkai dengan sedemikian indah, “Jangan Pernah Putus Asa Mengejar Impian Anda”.

Kata-kata ini begitu menyihir kita untuk bergerak-bergerak-bergerak…namun tetap saja ada kalanya bahan bakar semangat kita habis atau menipis, kendur, loyo, sebel, masa bodoh, menyalahkan orang,keadaan,stress,depressi…dan mulai muncul rasa bahwa “This Not my way…” ini bukan jalan saya.

Saya merasa jadi asing dengan apa yang saya lakukan saat ini. Kenapa saya memilih jalan ini…? Kenapa orang bisa berhasil..? kenapa saya sial terus…?
Apakah anda sering atau pernah atau bahkan sedang mengalami hal diatas ini..?

Kalau anda sudah merasa menderita karena persoalan2 diatas, berarti anda harus sudah mulai buru-buru untuk menancapkan tiang atau monument atau Milestone atau apalah…yang merupakan bahwa anda sudah mulai BERHASIL. Dan ini mungkin awal dari keberhasilan anda.

Bagai kita yang memiliki tubuh overweight, yang sedang berusaha untuk mengecilkan berat badan. Dari semua literatur dan saran para ahli berbagai media, yang paling cocok untuk menguruskan perut yang menonjol kian kemari adalah dengan olahraga lari secara teratur misalnya.

Hari pertama kita begitu semangat. 10 kilometer rasannya nggak mustahil akan dilahap pada kesempatan pertama itu. Kita mulai berlari…ternyata…betis anda terasa terpaku di tanah, paha anda pegel, keringat dingin malahan yang keluar atau bahkan keringat2 yang bikin gatal, nafas anda terburu seakan oksigen sudah begitu menipis, apalagi antara nafas dan langkah tidak kompak, kepala anda mulai berdenyut, satu putaran lapangan tennis seakan sudah cukup untuk meledakkan paru2 anda..dan terakhir otak anda berkata stop..! berhenti.! Dan akhirnya anda berhenti….sedih, belum juga 1 kilo…pengin lari lagi nggak kuat, esok harinya malah pegel, kesal dengan diri sendiri akhirnya malah jadi makan banyak2 karena stress dan menyalahkan diri sendiri atau kadang menyalahkan keadaaan….

Padahal yang harus dia lakukan pada hari pertama dia lari dan tidak kuat itu adalah….Alhamdulillah…. bersyukur..bersyukur..dan bersyukur…hari ini sudah bisa mulai berolah raga meskipun belum kuat lama, atas kesadaran sendiri, ditempat lain ada yang memulai seperti ini pada saat dia sudah mulai kena stroke ringan….dan esok harinya kita datang lagi ke arena dengan gagah, kita lari lagi dapatnya kok menurun hanya setengah putaran lapangan tennis..? itupun diakhiri dengan memegang lutut yang rasanya mau copot..? bersyukurlah…pas pulang timbangan malah naik, biarin saja, besok kita mulai lagi dan selalulah bersyukur..Insya Allah setelah 3-4 bulan segendut apapun tubuh anda anda akan bisa lari 6-8 km non stop..! Bahkan 1 km terakhir bisa Sprint.! hehe..ada kok yang mengalaminya…

  1. Anda pebisnis yang biasa profitnya diatas 10 juta kok sekarang 5 juta saja susah, besyukurlah, temen yang lain ada yang profinya gak sampai 1 juta.Anda pebisnis yang biasa profitnya diatas 10 juta kok sekarang 5 juta saja susah, besyukurlah, temen yang lain ada yang profinya gak sampai 1 juta.
  2. Biasanya profit 1 juta sebulan sekarang kok paspasan hanya bisa untuk bayar sewa dan karyawan saja? Bersyukurlah tdaers lainnya ada yang merugi lho..
  3. Tiap bulan rugi dan nombok melulu..? Tetaplah bersyukur… karena anda sudah memulai, yang lain ada yang baru cari2 peluang,
  4. Stress…peluang banyak sekali..tapi nggak tahu mau ambil yang mana.? Syukurilah..karena ternyata mindset anda sudah mulai berubah..Insya Allah degan bersyukur anda akan dipilihkan pilihan terbaik.
  5. Jangankan memilih peluang bisnis KEPINGIN SAJA TAKUT nanti kesengsem sementara modal dan nyali nggak ada, Bersyukurlah…karena ana saat ini sudah memiliki baynak temen2 di tda yang senantiasa akan berempati dgn anda, jangan malu,gengsi,dan semacamnya untuk menceritakan apa yang sedang anda alami saat ini..apalagi hal2 yang menyedihkan, kalau kita mau berbagi kadang malah cepet ilang sedihnya…
  6. Temen sudah banyak, tapi melihat sharing2 mereka kita malah stress…? Apakah ada yang tidak berdaya begini..? Bersyukurlah…anda jauh lebih baik, nun jauh disana ada teman sekolah saya yang saat ini jadi guru dengan honor hanya 200ribu sebulan. Beberapa waktu lalu HP dia yang biasanya hanya untuk menerima panggilan saja, diam2 saya isi lewat M-Kios, dia begitu takjub karena 100rb yang saya isikan ini biasanya biaya pulsa dia 5 bulan…!

Jadi syukurilah apa yang anda sudah dapatkan saat ini, dan apabila rasa syukur itu digabungkan dengan dream2 kita yang indah, makan akan kita dapatkan kata2 yang memiliki power yang sangat dahsyat. Jangan memusingkan apa yang belum kita capai tapi coba periksalah apa2 yang sudah kita dapat, dan bersukurlah.
“Jangan Berhenti Mengejar Impian Anda, dan Syukurilah Terhadap Apapun yang Sudah Anda Capai Sampai Detik Ini”

Sering2lah mengucapkan Alhamdulillah…dan hayatilah makna “Bersukur” yang terkandung didalamnya dengan hati…niscaya anda akan dengan mudah menangis karena begitu banyak yang telah kita dapatkan….
Salam Hangat
Hadi Kuntoro
http://hadikuntoro.com/

Manfaatkan Momentum

Sumber Asli : http://www.andriewongso.com
Publikasi : Selasa, 14-Agustus-2007; 11:56:55 WIB
Oleh : Agoeng Widyatmoko – Konsultan independen usaha kecil (UKM)
(Didistribusikan ulang tanpa seizin penulis, bukan untuk tujuan komersial)

Dalam beberapa kali diskusi dengan tokoh-tokoh pengusaha, baik yang sudah mapan, ataupun yang sedang memulai, ternyata ada sebuah perbedaan yang sangat mencolok dari mereka yang sudah sukses dan belum. Yang sudah sukses, kebanyakan sangat responsif dengan kalender. Lo, kok? Apa hubungannya?

Ya, ternyata, mereka yang sukses itu sangat memperhatikan momen-momen istimewa dalam kalender. Bagi pengusaha makanan misalnya, mereka sangat sensitif kalau sudah mendekati bulan puasa pada September nanti. Bahkan, ada pula yang sudah menyiapkan jauh-jauh hari agar bisa memaksimalkan bulan suci umat Islam itu. Ada yang sudah bersiap untuk menggelar menu khusus untuk sahur dan buka. Yang punya bisnis katering kantoran, malah ada yang sudah menyiapkan diri untuk membuat menu buka puasa khusus orang kantoran. Lebih heboh lagi, ada satu rekan saya yang sudah berburu resep kue alternatif untuk dijual menjelang hari Lebaran. Sebab, katanya, dari dulu sampai sekarang, menu kue kering pas Lebaran itu-itu saja. Kalau mau laris, perlu inovasi yang lain, katanya.

Itu baru menjelang bulan puasa yang masih sekitar sebulan lagi. Nah, ada lagi yang sangat sensitif di bulan ini, yakni bulan Agustus. Karena, pada bulan inilah kita merayakan hari kemerdekaan bangsa. Pengusaha sablon saat ini ramai-ramai membuat banyak bendera dan kaos-kaos pesanan kantoran yang biasanya mengadakan lomba tujuh belasan. Ada juga bahkan yang punya bisnis EO (Event Organizer), sudah sibuk menyiapkan proposal acara kegiatan tujuhbelasan ini, jauh hari sebelumnya, bahkan dari sejak bulan Februari!

Memang, momentum-momentum semacam hari raya keagamaan hingga ulang tahun kemerdekaan adalah masa panen bagi pengusaha yang tahu peluang. Mereka sangat responsif dalam melihat kalender yang sedang berjalan. Setiap ada event yang bisa untuk berjualan produk karya mereka, akan berusaha dimaksimalkan. Inilah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dan diwaspadai para pengusaha.

Mengapa? Selain terbukanya banyak peluang yang menguntungkan, masa semacam ini banyak pula menghadirkan saingan. Coba tengok waktu Lebaran, berapa banyak pengusaha parsel dadakan yang muncul menggelar dagangan. Berapa banyak pula penjual aneka ragam hiasan kemerdekaan sewaktu bulan Agustus datang. Tak salah memang, jika kita mau ikut mencari celah menguntungkan di tengah persaingan tersebut. Namun, alangkah baiknya juga jika kita bisa lebih responsif bukan hanya pada hal yang bersifat musiman saja. Namun, perlu juga kita mencoba lebih respon pada tanggal-tanggal yang di luar bulan musiman itu. Caranya? Berikut adalah beberapa tips praktis yang saya rangkum dari perbincangan dengan beberapa pengusaha:

1. Tanyakan kerabat, momen apa yang paling dekat dengan mereka

Banyak sekali sebenarnya momen-momen yang bisa dijadikan peluang bisnis. Ulang tahun adalah salah satunya. Pernikahan juga menjadi peluang yang lainnya. Dengan rajin bertanya, pada kerabat, network kita, atau relasi di mana pun dan kapan pun, kita akan makin banyak tahu momen apa saja yang bisa kita oleh untuk dijadikan peluang bisnis.

2. Buat catatan singkat yang bisa dijadikan agenda tahunan

Jika sudah mendapat informasinya, segera catat dalam buku agenda Anda. Jangan lupakan momen-momen itu. Kalau perlu buat catatan pengingat agar bisa selalu update dengan momen tersebut. Dengan begitu, Anda pun bisa bersiap jauh-jauh hari sebelumnya agar bisa memberikan layanan lebih maksimal pada calon pelanggan Anda.

3. Fokuskan pada layanan tertentu

Kalau Anda sudah memutuskan bisnis tertentu, tawarkan bisnis itu saja pada calon pelanggan Anda. Jangan tergoda untuk menerjuni bisnis lain yang kelihatan lebih menguntungkan pada masa tertentu. Mengapa? Sebab, dengan Anda fokus pada salah satu bisnis, misalnya parsel bunga, maka orang akan selalu mengingat layanan Anda pada momen yang penting baginya. Tentu, bukan tidak menihilkan kemungkinan Anda menekuni bisnis lain. Tapi, setidaknya perlu ada satu usaha yang bisa Anda jadikan branding dahulu sehingga Anda akan lebih mudah dikenal orang saat membutuhkan jasa atau bisnis Anda.

Ketiga tips tersebut tak akan jadi maksimal jika tidak ada tindakan nyata. Sekali lagi, jika ada momentum, bukan rencana saja yang perlu Anda tentukan, namun jauh lebih penting segera bertindak, sebelum momentum itu terlewat. Anda siap

Memilih Bisnis Perlu Ketekunan

Oleh : Bambang Suharno

Anda bingung memilih bisnis yang cocok? Sahabat saya yang bernama Utoro mengalami hal yang sama. Saya pun mengalaminya. Utoro adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Ingin sekali memiliki bisnis yang dikelola istrinya. Counter HP, minimarket, atau usaha pendidikan atau yang lainnya? Setelah bergabung menjadi anggota Indonesian Entrepreneur Society (IES) semakin banyak alternatif peluang bisnis yang ia pikirkan. Bagaimana memilihnya? Semuanya punya peluang baik dan semuanya punya resiko juga. Suatu hari ia bersama istri dan anaknya makan malam di sebuah warung makan soto semarang. Keluarga ini memang sudah langganan makan malam seminggu sekali di sana.

“Pa, buka warung soto semarang aja Pak, enak lho, aku senang mama juga senang,” begitu tiba-tiba anaknya memberi usul.

“Aha, benar juga, kenapa tidak buka warung soto saja,” katanya. Ternyata ide yang jitu datang dari anaknya yang masih sekolah dasar. Sejak itulah ia langsung action menyiapkan bisnis warung soto. Dan berhasil.

Untuk memilih sesuatu syaratnya harus ada yang dipilih dulu. Jadi kalau pilihannya hanya satu, itu bukan pilihan namanya. Kalau anda sudah punya pilihan, dan masih bingung mana yang cocok, teruskanlah untuk berusaha mengambil keputusan bisnis mana yang paling pas. Anda bisa melihat dari kemampuan modal anda. Jika masih bingung juga, anda dapat mulai melihat peluang pasarnya, mana yang bisa dilakukan segera. Masih bingung juga? Pertimbangkan masa depan bisnis pilihan anda. Misalkan bisnis wartel, kemungkinan prospeknya kurang baik dibanding yang lain. Wah. yang lain prospeknya bagus-bagus juga. Oke, pilih yang paling mudah anda lakukan. “Ah, susah juga”kata anda. Jangan menyerah. Tanya ke orang yang dekat dengan anda. Jika jawabannya negatif, stop dulu. Misalkan anda mendengar begini,” Wah si A juga pernah punya usaha itu, bangkrut, si B punya usaha ini untungnya tipis, capek doang. Sudahlah, sebagai karyawan yang saja baik-baik, itu aman.” Anda cari orang lain yang punya jam terbang bisnis yang baik. Jika langkah inipun masih belum menghasilkan, boleh anda buat undian saja. Anda ambil kertas, tulis jenis pilihan bisnis. Pejamkan mata, ambil salah satu, dan segera jalankan. Jangan tunda lagi. Saya punya pengalaman juga ketika punya dua pilihan terhadap rumah saya, saya jual dan saya kontrakan. Awalnya saya menilai rumah saya untuk klinik atau Taman Kanak-Kanak. Saya tawarkan ke seorang dokter yang sudah menjadi langganan saya. Ia minat, tapi merasa belum saatnya pindah. Saya cari partner untuk mendirikan TK, belum ada yang minat juga. Saya teringat akan cita-cita saya untuk mendidik anak saya agar tahu entrepreneur sejak kecil. Saya cari, kira-kira bisnis apa yang akan menyenangkan anak saya yang baru mau lulus Sekolah Dasar. Akhirnya ketemulah gagasan membuat warnet. Saya tanya pendapat dia bagaimana kalau lokasi tersebut untuk mendirikan warnet. Anak saya langsung bersemangat. Ia memberikan masukan mulai dari dekorasi, harga jual, promosi. Bahkan ia sudah menyebarluaskan informasi akan berdirinya warnet ke teman-temannya. Anak sayalah yang tahu jenis-jenis games online yang wajib ada di warnet, paket harga yang menarik bagi anak-anak, dan berbagai macam informasi perkembangan pelayanan warnet. Memilih bisnis pun perlu tekad dan ketekunan. Kalau tidak, banyak waktu yang akan terbuang. Yang akhirnya malah bisa berkesimpulan,”rasanya saya memang tidak punya bakat bisnis”. Padahal bukan soal bakat, ketekunan anda saja yang tidak tahan diuji dengan pilihan-pilihan. Percayalah!***

Artikel ini diadopsi dari buku saya Panduan Lengkap Memulai dan Mengelola Bisnis dari Nol.

Bambang Suharno, Pendiri dan Direktur Indonesian Entrepreneur Society (IES)
telp :021-70228877, email bambangsuharno@telkom.net

Sumber Asli : http://andriewongso.com/awartikel-1485-Entrepreneur_Corner-Memilih_Bisnis_Perlu_Ketekunan

Carilah Masalah

Sumber Asli : http://www.andriewongso.com
Publikasi : Rabu, 27-Juni-2007; 13:46:15 WIB
Oleh : Agoeng Widyatmoko – Konsultan independen usaha kecil (UKM)
(Didistribusikan ulang tanpa seizin penulis, bukan untuk tujuan komersial)

Mungkin judul yang saya kemukakan di atas terdengar cukup provokatif. Betapa tidak, wong orang biasanya mencari cara untuk menyelesaikan masalah, ini malah menyuruh mencari masalah.

Tunggu dulu! Yang saya maksud di sini bukan ingin menambah pusing Anda sekalian dengan menambah masalah. Tapi, yang ingin saya sampaikan, adalah bagaimana Anda bisa menjadi sumber solusi dan memetik peluang di tengah masalah yang ada di sekeliling Anda.

Masalah keuangan misalnya. Tentang manajemen keuangan pribadi atau keluarga. Kalau saya sebut salah satu profesi baru yang sedang naik daun belakangan ini, Anda pasti paham. Yah, masalah keuangan diatasi oleh para perencana keuangan. Munculnya para perencana keuangan belakangan ini seolah mampu menjadi solusi bagi orang-orang yang merasa kesulitan dalam mengelola keuangannya. Sebab, tak jarang, belum waktunya gajian, uang sudah habis dibelanjakan. Nah, bukankah ini sebuah masalah? Maka kemudian, para perencana keuangan ini tampil laksana seorang dokter yang memberi resep jitu bagi pasiennya agar tak lagi defisit saat menjelang tanggal tua.

Bagi saya, para perencana keuangan ini adalah para “pencari masalah” yang jeli melihat peluang di tengah masalah orang lain. Tapi, kemudian muncul pertanyaan. Loh, itu kan sebuah pekerjaan spesifik yang membutuhkan keahlian. Dan, tak semua orang bisa?

Baiklah. Jika itu pertanyaan yang mampir di benak Anda, saya akan beri contoh lain “para pencari masalah” yang sukses mendulang untung dari masalah orang lain. Anda pernah jengkel dengan tikus, nyamuk, kecoa, atau lalat yang sering mengganggu kenyamanan dalam rumah Anda? Atau, Anda juga direpotkan dengan banyaknya rayap yang merusak perabotan kayu Anda? Jika ya, pernahkah Anda mendengar jasa pembersihan kutu dan serangga di dalam rumah? Yah, itulah salah satu peluang usaha bagi mereka yang jeli memanfaatkan masalah yang sering terjadi di rumah tangga akibat datangnya binatang pengganggu itu. Dan, tahukah Anda, bahwa para pembasmi binatang pengganggu itu bayarannya tidak sedikit lo?

Mau contoh lain? Saya yakin bahwa di rumah pasti kadang timbul masalah, misalnya dengan saluran air atau WC mampet. Nah, bukankah ini juga masalah? Lantas, kepada siapa biasanya Anda akan mempercayakan masalah ini agar bisa diatasi? Biasanya, jarang sekali orang yang mau berusaha mengatasi sendiri. Alasannya? Cari praktisnya. Karena itu, dari sekian banyak pengusaha jasa pembersihan WC atau saluran air, hampir semuanya selalu kebagian order. Ini satu bukti nyata, bahwa hadirnya masalah ternyata memberi peluang yang cukup menggiurkan.

Bagaimana? Sudah mendapat gambaran bukan? Yah, inilah fakta bahwa ternyata hadirnya masalah mampu dijadikan ladang yang menghasilkan bagi sebagian orang yang jeli. Masih banyak profesi atau usaha-usaha lain yang mampu menghasilkan dari adanya masalah. Konsultan perkawinan, konsultan pajak, desain artistik rumah, jasa penerjemah, biro-biro jasa STNK dan SIM, semua itu sebenarnya berangkat dari munculnya masalah. Berbagai profesi tersebut mampu mengeruk keuntungan yang tak sedikit dari hasil menyediakan solusi bagi sebagian orang. Tentu, dibutuhkan ketekunan dan kemampuan untuk menggeluti dan mengelolanya agar terus bisa mendatangkan keuntungan. Namun, satu hal yang pasti, semua itu berawal dari adanya tindakan, alias action. Jadi, tunggu apalagi? Take action!!!

Agoeng Widyatmoko adalah seorang konsultan independen usaha kecil (UKM). Saat ini, ia juga aktif mendirikan Sekolah Penulis Pembelajar (SPP) untuk mendorong orang aktif menyuarakan pendapat dan membagi ilmu lewat tulisan dan buku. Ia dapat dihubungi melalui email agoeng.w@gmail.com atau 0812 895 0818

Group Focus Discussion

Sumber Asli : http://www.andriewongso.com
Publikasi : Senin, 12-November-2007; 08:52:18 WIB
Oleh : Hadi Kuntoro
(Didistribusikan ulang tanpa seizin penulis, bukan untuk tujuan komersial)


GFD=Group Focus Discussion

Di sekitar anda saya yakin banyak orang2 yang sudah berdagang, berbisnis, bertani, lebih dari 10tahun,20tahun, 40tahun..? bahkan mungkin ada yang lebih, seperti Ibu saya misalnya. Tapi hingga saat ini saya masih sering mendengar beliau mengeluh, pasar sepi sekali lebaran 2 tahun yang lalu misalnya, ketika saya tanya kenapa bu..? maka jawaban ibu saya mungkin karena panen nggak bagus, mungkin karena guru2 dan pegawe nggak dapat gaji ke13 dll…semuanya dibumbui dengan “mungkin” sehingga kalau saya harus mengevaluasi strategi apa yang harus dilakukan ya pasti bingung, karena semuanya pakai mungkin…

Ada contoh lagi ketika pada suatu hari ibu terkaget-kaget. Dahulu jualan utama Ibu saya adalah baju kebaya untuk ibu2 di kampung. Bahan awalnya beli Bah Cing Kim, atau Bah Wie Lib, cina-cina yang jual kain di kampung kami, dan ini sudah dilakukan oleh ayah saya puluhan tahun sebelunya bahkan mungkin sebelum ibu lahir.

Hingga pada suatu ketika ibu ternyata bisa mencari sumber kain lagi yang murah, yakni di Magelang, tapi belum lama Ibu bangga menikmati keberhasilannya, beliau kaget ketika pada suatu hari ada juragan muda yang dari suatu daerah yang menawarkan produk kepada Ibu kebaya yang sudah jadi dengan harga murah, gila-nya lagi jauh melebihi murahnya harga kain di tempat yang menurut ibu termurah, padahal ini sudah jadi baju..KENAPA…?

Kisah ini terjadi tahun 85-an, dan butuh waktu 2-3 tahun barulah ibu ketemu jawabannya, bahwa di suatu tempat, ada pasar yang bukanya malam sampai dinihari saja, yang jualannya kain murah-murah..BUTUH WAKTU 2-3 TAHUN…..untuk menjawab teka-teki itu….dan ibu tahunya sepele, ketika pada suatu hari ngobrol dengan temen dan sang temen ini tahu, cuman karena emang dia tidak ada niat kesana, karena dia hanya fokus jualan barang jadi, tidak membuat sendiri spt ibu saya, dan tidak ada yang tanya, ya dia nggak cerita-cerita…

Saat ini saya membayangkan, gimana kalau ibu ngobrolnya dengan temennya itu 10 tahun sebelumnya..? maka ibu bisa beli disana, buat dan dipasarkan ke seluruh pedagang di kampung kami secara grosir…itulah gambaran sederahana, bahwa apabila diantar kita ada satu forum ngumpul yang isinya adalah temen2 yang memiliki bisnis yang sama, maka ini kana sangat meleverage kita.

Forum kumpul2 petani cabe, Forum peternak ayam petelur, forum pedagagang baju muslimah,group ngobrol para grosir pulsa, forum pedagang mobil mewah, forum pedagang pulau (hehe jualannnya pulau2 misalnya..) dll..dll..adalah contoh2 forum2 yang pasti akan meleverage bisnis anda. Ingat, apa yang menurut anda gampang, menurut saya mungkin sulit, atau kadang sebaliknya, menurut anda ruwet banget menurut saya veri2 simple..so what..?

So, mulai sekarang tidak usah nunggu diundang, tidak usah menunggu orang lain, mulailah dari diri kita untuk mengumpulkan temen sejenis, dan buatlah forum ngobrol mingguan,bulanan, 2 bulanan misalnya….

Saya saat ini serasa menemukan hal yang baru, karena semalam beberapa member TDA yang berbisnis di garment ngumpul secara spontan di rumah salah seorang member senior di Duren Tiga, yakni Pak Rosihan, yang di TDA biasa disebut maestro-nya bisnis garment retail..manarik sekali bincang2 seperti ini, antar member saling sharing apa yang ditemui selama panen lebaran, dan kondisi terup to date bagaimana…dll..pertemuan spt ini sudah diadakan 2 kali, yang pertama adalah sebelum ramadhan di sekitar Rawamangun.

Anda TDAers yang di Sumatera, Papua, Kalimantan, Sulawesi, Singapura, Amerika..pasti akan sangat menarik kalau anda juga bikin forum2 seperti ini, bisa jadi pebisnis2 yang sudah 30tahun akan anda lompati kesuksesannya meski anda baru bisnis 3 tahun, dan ini sudah sangat banyak terbukti di forum kami…apakah semuanya PASTI BERHASIL seperti ini..? Wallahu a’lam..karena semua kembali ke BDSA kita (BDSA=Believe-Dream-Strategy-Action)

Semoga anda Terinspirasi..
Hadi Kuntoro

http://hadikuntoro.com

You might also likeclose